Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:24 WIB
 

DPR Desak Ada Penjelasan Kecelakaan Infrastruktur

Oleh : - | Selasa, 20 Februari 2018 | 17:55 WIB
DPR Desak Ada Penjelasan Kecelakaan Infrastruktur
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menjelaskan rangkaian kecelakaan dalam proyek pembangunan infrastruktur dalam setahun terakhir.

"Saya menyatakan prihatin yang mendalam kepada keluarga korban atas insiden yang menimpa para pekerja. Saya menyesalkan kecelakaan kerja seperti ini terulang berkali-kali," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Bambang Soesatyo mengatakan hal itu menyikapi kecelakaan pada proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya yang terulang beberapa kali.

Kecelakaan terbaru terjadi yakni ambruknya tiang penyangga beton proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), di Jakarta Timur, Selasa hari ini, yang menyebabkan tujuh pekerja luka-luka.

Bambang meminta Komisi V DPR RI yang membidang infrastruktur dan perhubungan segera memanggil Kementerian PUPR untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan insiden kecelakaan proyek pembangunan insfrastruktur yang terjadi berulang-ulang.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan pemerintah untuk mengevaluasi semua proyek infrastruktur secara menyeluruh, antara lain, dengan mengecek standar keamanan, keselamatan kerja, dan kesehatan pekerja, karena setiap kecelakaan selalu ada korban.

Dia menambahkan konsorsium yang mengerjakan proyek-proyek infrastruktur juga harus mempertanggungjawabkan kecelakaan kerja pada pembangunan proyek infrastruktur.

Menurut dia, kontraktor proyek-proyek infrastruktur harus mengutamakan aspek keselamatan para pekerjanya dengan mengikutsertakan mereka dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Dia mengatakan selama lima bulan terakhir terjadi delapan kali kecelakaan pada pembangunan proyek infrastruktur, meliputi: Pertama, pada 17 Oktober 2017, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk.

Kedua, pada 3 November 2017, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk, mengakibatkan satu orang terluka.

Ketiga, pada 16 November 2017, crane proyek pembangunan tol di ruas Jakarta-Cikampek roboh.

Keempat, pada 2 Januari 2018, girder jalan tol Depok-Antasari ambruk.

Kelima, pada 22 Januari 2018, konstruksi tiang pada proyek LRT di Pulogadung Jakarta Timur ambruk.

Keenam, pada 4 Februari 2018, crane proyek pembangunan rel dwiganda di Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk, empat orang pekerja tewas.

Ketujuh, pada 5 Februari 2018, tembok benton underpass di Jalan Perimeter Bandara Soekarno-Hatta ambruk dan menimpa mobil yang tengah melintas, satu orang tewas dan satu orang lainnya luka.

Kedelapan, pada 20 Februari 2018, tiang girder di proyek tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu) ambruk, enam pekerja luka.

Bamsoet juga mendorong Kepolisian segera memproses hukum delapan kejadian kecelakaan pembangunan proyek infrastruktur, agar konsorsium dan pelaksana proyek pertanggungjawaban yang tinggi. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x