Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:07 WIB

Mendadak Investasi KA Cepat, Bengkak US$83 Juta

Oleh : - | Rabu, 21 Februari 2018 | 05:29 WIB
Mendadak Investasi KA Cepat, Bengkak US$83 Juta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung naik U$83 juta, karena adanya tambahan biaya asuransi proyek dan biaya pelindung pinjaman terhadap volatilitas tak terduga (Debt Service Reserve Account/DSRA).

Penambahan nilai investasi ini disampaikan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwi Windarto usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Dia mengatakan, awalnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, nilai investasinya US$ 5,988 miliar. Atau setara Rp80,87 triliun dengan kurs Rp13.500 per US$. Namun, ujug-ujug naik menjadi US$6,071 miliar, atau setara Rp81,95 triliun. "(Karena) asuransi dan DSRA, jadi reserve account yang harus ditanggung KCIC karena pinjaman," kata Dwi.

Akan tetapi, Dwi menjelaskan, kenaikan nilai proyek telah disepakati sejak lama. "Itu sudah lama kok," katanya.

Porsi pendanaan proyek ini, terbagi dua yakni 75% ditanggung China Development Bank (CDB) dan 25% dari ekuitas pemegang saham KCIC, yang terdiri dari lima badan usaha China (40%) dan empat perusahaan BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60%).

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) merupakan gabungan dari empat BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PTPN VIII dan PT Jasa Marga.

Pinjaman tahap awal dari CDB sebesar US$500 juta untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, dijadwalkan cair Maret 2018. Menunggu persyaratan minimal pembebasan lahan.

Hingga saat ini, pembebasan lahan telah mencapai 54%, artinya sudah memenuhi persyaratan pencairan pinjaman yang mengharuskan pembebasan lahan mencapai minimal 53%.

Mengenai kemajuan pengerjaan proyek itu, Dwi mengatakan: "Konstruksinya kurang lebih 5 sampai 10 persen. Tidak bisa dikatakan berapa panjang sudah dilakukan karena variatif karena pekerjaan." [tar]

Komentar

x