Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 12:32 WIB

Pasokan Beras Pasar Cipinang Melonjak 6.763 Ton

Rabu, 21 Februari 2018 | 12:51 WIB

Berita Terkait

Pasokan Beras Pasar Cipinang Melonjak 6.763 Ton
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejak akhir Januari 2018 yang sudah memasuki panen raya, beras mengalir ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Pemasukan beras ke PIBC kemarin 6.763 ton, ini pemasukan tertinggi sepanjang 2018 dan lebih tinggi dibandingkan Februari 2017.

"Pemasukan beras ini murni dari beras lokal, bukan dari impor. Beras impor dikunci di gudang Bulog," ujar Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Rabu (21/2/2018).

Arief menyampaikan, stock beras harian di PIBC pada Selasa (19/2/2018) naik menjadi 25.004 ton, jauh lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya 21.584 ton. Harga beras pun turun sekitar Rp100 per kg.

"Seiring dengan berlangsungnya panen raya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, setelah beras mengisi pasar dan gudang-gudang lokal, kini beras sudah masuk ke PIBC. Diharapkan pemasukan beras ke depan akan tetap tinggi dan stock PIBC meningkat lagi," jelasnya.

Ketua DPD Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Sukidi mengatakan kondisi beras di pasar saat ini adalah masa transisi, beras panen raya sudah masuk ke pasar, sehingga diprediksi harga akan terus turun. "Jadi kami pedagang melakukan pembelian beras secukupnya sesuai order saja. Kami kirim pasokan beras setiap hari sesuai order permintaan," kata Nellys.

Lebih lanjut Nellys menyarankan dalam kondisi panen raya ini, Bulog harus menyiapkan diri untuk pengadaan. "Jadi pada saat harga turun, Bulog tidak boleh diam, harus secepatnya melakukan penyerapan. Sebaliknya saat harga naik, Bulog tidak boleh diam, harus Operasi Pasar," pintanya.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan Februari ini panen padi nasional seluas 1,6 juta hektar dan Maret nanti terjadi puncak panen raya luas 2,2 juta hektar.

"Tiga provinsi sentra padi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Februari panen berturut-turut seluas 230 ribu hektar, 335 ribu hektar dan 239 ribu hektar, selanjutnya pada Maret berturut-turut panen 274 ribu hektar, 278 ribu hektar dan 512 ribu hektar. Panen raya ini merupakan momentum baik bagi Bulog untuk menyerap gabah dan beras petani," jelasnya. [*]

Komentar

x