Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 04:18 WIB
 

Coreng Hitam Kontraktor Rumah DP Rp0 Versi KAKI

Oleh : - | Rabu, 21 Februari 2018 | 21:09 WIB
Coreng Hitam Kontraktor Rumah DP Rp0 Versi KAKI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Arifin Nur Cahyono mempertanyakan penunjukan langsung PT Totalindo Eka Persada Tbk di proyek rumah tanpa uang muka Pemprov DKI.

Arifin mempertanyakan, proyek rumah DP Rp0 yang digagas Pemprov DKI tidak melalui proses tender. Namun penunjukan langsung kepada Totalindo yang dinilai memiliki catatan buruk.

Selanjutnya, KAKI melapor ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Rabu (21/2/2018). Penunjukan langsung melalui BUMD Pemprov DKI yakni Pembangunan Sarana Jaya, diduga melanggar UU No 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha.

Selain itu, kata Arifin, rekam jejak bisnis Totalindo, banyak didera masalah. Anehnya, petinggi Pembangunan Jaya justru berpandangan sebaliknya. "PT Totalindo track record-nya tidak bagus. Sedangkan Direktur Pembangunan Sarana Jaya mengatakan kenapa dipilih karena track record-nya bagus, padahal kebalikan," papar Arifin.

Selanjutnya, Arifin mempertanyakan keterlambatan penyelesaian proyek 41 tower rusunawa dan 14 tower rusunawa Nagrak di Marunda. "Proyek Rusunawa Nagrak yang semestinya rampung pada 20 Desember 2017, sampai 13 Februari 2018 belum juga rampung," jelas Arifin.

"Bahkan menurut para pekerja, sampai saat ini di proyek tower 1-5 Rusunawa Nagrak yang dikerjakan PT Totalindo, baru 50 persen kebutuhan sanitair untuk rusunawa," tambah Arifin.

Lantaran belum tuntas, Totalindo diberikan tambahan waktu 50 hari. Alih-alih proyeknya kelar, ternyata meleset dari harapan. Tiang pancang yang harusnya 30 meter diturunkan menjadi 20 meter.

Dalam laporan KAKI menjabarkan, Totalindo memenangkan tender rusun di Pulo Gebang, Jakarta Timur dan Nagrak di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Kedua proyek yang harus dikerjakan awal tahun lalu ditargetkan rampung 20 Desember 2017, namun hingga hari ini belum juga selesai. [ipe]

Komentar

 
x