Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 00:35 WIB
 

Ekonomi RI Incaran Sindikat Narkoba Internasional

Oleh : - | Jumat, 23 Februari 2018 | 15:13 WIB
Ekonomi RI Incaran Sindikat Narkoba Internasional
Menkeu Sri Mulyani dan Kapolri Tito Karnavian - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Batam - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia serta besarnya jumlah penduduk kelas menengah, sangat menggiurkan para penjahat narkoba dunia.

"Perekonomian Indonesia tumbuh pesat. Di mana, kelas menengah semakin bertambah. Jumlah penduduknya di atas 250 juta. Indonesia juga salah satu negara yang income-nya cukup besar. Memiliki kepulauan terbesar. Tentunya ini menjadi pasar empuk bagi para penyelundup narkoba. Termasuk jaringan internasiona," papar Sri Mulyani saat Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan 1,62 Ton Shabu di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/2/2018)

Selanjutnya, Sri Mulyani yang mengenakan topi bintang empat berlogo Bea Cukai itu, memaparkan besarnya penangkapan kasus narkoba merupakan bukti bahwa Indonesia benar-benar diincar sindikat internasional. "Tahun lalu, tertanggap usaha penyelundupan sebanyak 2,132 ton narkoba dengan 342 kasus. Hasil kerjasama aparat Bea Cukai, Polri, BNN, TNI dan masyarakat. Tahun 2018 yang belum genap 2 bulan terdapat 57 kasus dengan jumlah narkoba 2,932 ton," paparnya.

Pandangan senada disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa Indonesia menjadi negara yang paling diincar sindikat narkoba internasional. "Benar kata menkeu bahwa perekonomian Indonesia menjadi pasar empuk sindikat narkoba internasional. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk lebih bekerja keras dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. Sekali lagi terima kasih kepada seluruh jajaran Polti, Bea Cukai Kemenkeu, BNN, TNI dan masyarakat," tegas Tito. [ipe]


Komentar

 
Embed Widget

x