Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 18:20 WIB

Pesawat R-80 Sedang Dipermak untuk Patroli Maritim

Sabtu, 24 Februari 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

Pesawat R-80 Sedang Dipermak untuk Patroli Maritim
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri (RAI), Agung Nugroho, mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan Pesawat Turboprop R-menjadi pesawat patroli maritim.

"Pesawat penumpang yang bisa menjadi platform untuk beberapa misi, bisa bikin full penumpang, full kargo, setengah penumpang dan setengah kargo, bisa sebagai maritim patrol untuk patroli udara, jadi submarine killer," kata Agung di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Ia mengatakan, saat ini, RAI tengah mengembangkan pesawat R80 berpenumpang 80 orang, sebagai angkutan udara komersial. Namun, tidak menutup kemungkinan pesawat tersebut dirancang untuk misi lain, termasuk menjadi pesawat patroli bagi TNI-AU.

Agung bilang, sudah menyelesaikan desain konseptual yang menjadi dasar untuk pengerjaan selanjutnya yang lebih rinci.
Dimana, desain konsep yang dibuat harus terdefinisi dari segi ketangguhan pesawat hingga kisaran harga dan perawatawan pesawat, ujarnya.

Diungkapkan, RAI sudah menyelesaikan fase pertama, yaitu desain awal dan kelaikan (preliminary design & feasibility) pada 2016 dan sudah mendapatkan order sebanyak 155 pesawat.

Pemesanan pesawat berpenumpang 80 orang tersebut berasal dari NAM Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit. Harga per unit pesawat senilai 25 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Saat ini, kata Agung, RAI tengah mengerjakan fase kedua, yaitu pengembangan skala penuh (full scale development) yang direncanakan selesai pada 2025, dan pada 2022 akan dilakukan terbang perdana. Kemudian pada fase ketiga, menurut dia, yaitu produksi serial (serial production) akan dimulai pada 2025 saat RAI mulai menyerahkan pesawat untuk pelanggan pemesannya.

Sementara, Komisaris RAI, Ilham Habibie mengatakan, keunggulan R80 yang berbaling-baling ini lebih hemat dari segi penggunaan bahan bakar sekitar 10 hingga 20 persen daripada pesawat jet.

Meskipun tidak secepat pesawat jet, diungkapkannya, pesawat turbo propeller (turboprop) R80 itu dinilai cocok untuk penerbangan domestik antarpulau di Indonesia, dan tidak membutuhkan landasan yang terlalu panjang sehingga bisa mendarat di bandara kecil.

"Kecepatan tidak jadi soal karena ini digunakan untuk rute-rute ke kota kecil dan menengah, yang tidak terlalu padat dan jarak di antara dua kota tersebut tidak terlalu jauh," kata Ilham. [tar]

Komentar

x