Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:27 WIB

Ditunjuk Jokowi Pimpin BI, Kado Ultah untuk Perry

Sabtu, 24 Februari 2018 | 16:09 WIB

Berita Terkait

Ditunjuk Jokowi Pimpin BI, Kado Ultah untuk Perry
Perry Warjiyo

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo akhirnya menyodorkan Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Bagaimana rekam jejak Perry yang saat ini masih menjabat deputi Gubernur BI itu?

Minggu besok (25/2/2018), Perry tepat berulang tahun ke-%(. Bisa jadi,penunjukannya itu merupakan kado istimwa bagi pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah. Ya, Sukoharjo masih tetanggan dengan Solo, kampung halaman Presiden Joko Widodo.

Perry adalah alumni Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Selanjutnya dia meraih gelar Msc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, Ames, USA pada 1988.

Dua tahun berselang, Perry berhasil menggondol gelar Ph.D dari universitas yang sama, Iowa State University, untuk bidang ekonomi moneter dan internasional. Dirinya tergolong rajin menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional

Perry juga dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry menduduki posisi penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada 2007-2009.

Ia mempunyai karir yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur. [ipe]

Komentar

x