Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:19 WIB
 

Potret Investasi Nancep di Provinsi Sepanjang 2017

Oleh : - | Senin, 26 Februari 2018 | 01:39 WIB
Potret Investasi Nancep di Provinsi Sepanjang 2017
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tim, Diddy Rusdiansyah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Samarinda - Sejumlah provinsi di Indonesia menorehkan capaian positif atas investasi. Baik yang berbentuk PMA maupun PMDN. Provinsi mana juara?

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tim, Diddy Rusdiansyah di Samarinda, Minggu (25/2/2018), mengungkapkan capaian investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang 2017, dari seluruh provinsi.

Di urutan teratas, diduduki DKI Jakarta senilai Rp47,26 miliar dengan proyek yang dikerjakan sebanyak 659 paket.

Disusul Jawa Timur dengan nilai Rp45,04 miliar untuk mengerjakan 1.491 proyek. Posisi ketiga adalah Jawa Barat senilai Rp38,39 miliar untuk mengerjakan 1.211 proyek.

Ke-empat ditempati Jawa Tengah dengan nilai Rp19,86 miliar untuk mengerjakan 1.403 proyek, selanjutnya Banten di posisi lima dengan nilai Rp15,14 miliar untuk mengerjakan 699 proyek.

Untuk investasi PMDN yang masuk ke Kalimantan Barat menempati posisi enam dengan nilai Rp12,38 miliar untuk mengerjakan 248 proyek.
Ketujuh, diduduki Sumatera Utara senilai Rp11,68 miliar untuk 307 proyek, dan Kalimantan Timur peringkat delapan dengan nilai Rp10,98 miliar untuk mengerjakan 197 proyek.

Sedangkan untuk investasi berupa Penanaman Modal Asing (PMA), posisi pertama ditempati Jawa Barat senilai US$5,14 miliar pada 5.309 proyek. Disusul DKI Jakarta senilai US$4,59 miliar untuk 8.803 proyek.

Banten berada di posisi tiga dengan nilai US$3,04 miliar untuk mengerjakan 2.579 proyek, Jawa Tengah di peringkat keempat senilai US$3,37 miliar dengan proyek yang dikerjakan sebanyak 955 paket.

Selanjutnya Provinsi Papua di peringkat kelima dengan nilai PMA sebesar US$1,92 miliar untuk mengerjakan 135 proyek, Jawa Timur di posisi enam dengan nilai US$1,56 juta untuk 1.750 proyek.

"Berikutnya Sumatera Utara berada di posisi delapan dengan nilai 1,51 miliar dolar AS untuk 564 proyek, dan Kalimantan Timur di peringkat sembilan dengan nilai 1,28 miliar dolar AS untuk mengerjakan 340 proyek," kata Diddy.

Dari catatan tersebut, kata Diddy, nilai investasi yang masuk Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 2017, menempati peringkat 8 (PMDN) dan 9 (PMA) secara nasional. Ini menggambarkan bahwa iklim investasinya masih kondusif. "Investasi hasil Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kaltim berada di urutan 8, sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) berada di peringkat 9," ujar Diddy.

Menurut Diddy, berbagai lapangan usaha baik dari PMDN maupun PMA yang masuk ke 10 kabupaten/kota di Kaltim, antara lain sektor pertanian dalam arti luas, pertambangan, industri makanan, kimia, perhotelan, reparasi, dan konstruksi. [tar]

Komentar

 
x