Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 09:52 WIB
 

Kursi Gubernur BI

Alasan Sekampung, Jokowi Pilih Perry Pimpin BI?

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 26 Februari 2018 | 06:10 WIB
Alasan Sekampung, Jokowi Pilih Perry Pimpin BI?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Alasan Presiden Joko Widodo memilih Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ferry Warjiyo sebagai calon tunggal pengisi kursi Gubernur BI, bisa jadi soal komunikasi. Lho?

Sebab, kata Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Piter Abdullah kedua tokoh ini berasal daerah yang sama, Jawa Tengah. Di mana, Jokowi berasal dari Solo, sementara Perry dari Sukoharjo, 'tetanggaan' dengan Solo.

"Posisi pak Perry backgroundnya orang Jawa, apalagi dia orang Solo tentu punya chemistry-lah. Bisa berkomunikasi lebih baik dengan Pak Jokowi. Saya pribadi bisa katakan, itu pilihan yang tepat," kata Piter Abdullah kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Selain komunikasi yang baik, kata Piter, Perry dinilai mampu menjalankan tugas gubernur BI dengan lebih baik ketimbang pendahulunya, yakni Agus Martowardojo. Lantaran, Perry piawai urusan moneter.

"Beliau kemampuan moneternya paling bagus. Udah Bekerja di BI 30 taun lebih. Jadi dia yang paling paham kebijakan moneter itu sehingga diharapkan pak Perry bisa melakukan manufer di kebijakan moneter dengan tujuan pro groud tapi ga bahayakan stabilitas ekonomi," ujar Piter.

Perry adalah alumni Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Selanjutnya dia meraih gelar Msc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, Ames, USA pada 1988.

Dua tahun berselang, Perry berhasil menggondol gelar Ph.D dari universitas yang sama, Iowa State University, untuk bidang ekonomi moneter dan internasional. Dirinya tergolong rajin menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional

Perry juga dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry menduduki posisi penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada 2007-2009.

Ia mempunyai karir yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur. [ipe]




Komentar

 
x