Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 12:33 WIB

Gara-gara SIRUP, Menkeu Kesal ke ICW

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 26 Februari 2018 | 13:44 WIB

Berita Terkait

Gara-gara SIRUP, Menkeu Kesal ke ICW
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut Kementerian Keuangan tidak transparan dalam melaporkan seluruh anggaran barang dan jasa ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani kesal.

Kekesalan tersebut terungkap saat acara Workshop Pengadaan Nasional dengan tema "Mewujudkan Peningkatan Kualitas Belanja Pemerintah melalui Pengadaan yang Modern dan Proaktif di Kementerian Keuangan, Senin (26/2/2018).

"Saya ironis hari ini saya bikin acara seperti ini dan ada berita yang dirilis dengan mengangkat dari ICW disebutkan bahwa Kementerian Keuangan mendapat ada belanja Rp18 triliun yang katanya tak dilaporkan," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang, bahwa laporan tersebut perlu diklarifikasi lantaran telah mencorong nama baik institusinya.

"Buat saya ini adalah reputasi yang sensitif keluar dari ICW mengatakan bahwa kementerian keuangan tidak transparan dan bahkan ada Rp18 triliun pengadaan yang tidak dilakukan melalui program yang transparan," katanya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tudingan yang dilakukan ICW adalah soal anggaran belanja barang dan jasa kementerian Keuangan pada 2017 sebesar sekitar Rp27 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp17 triliun.

"Jadi tidak mungkin ada Rp18 triliun. Sebagian dari belanja barang adalah untuk pembayaran listrik dan air dan perjalanan dinas yang tidak dilakukan procurement seperti yang dibayangkan," jelasnya.

ICW sudah menilai Kementerian Keuangan adalah salah satu Kementerian yang tidak melaporkan seluruh anggaran barang dan jasa ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Alasannya dari Rp24 triliun anggaran yang dilaporkan hanya Rp4,9 triliun. Artinya ada Rp19,1 triliun yang tidak dicantumkan di SIRUP. [hid]

Komentar

x