Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 09:51 WIB
 

BBM Naik, Ini Reaksi Pimpinan Komisi VII DPR

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 26 Februari 2018 | 14:17 WIB
BBM Naik, Ini Reaksi Pimpinan Komisi VII DPR
Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Kheron - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menaikan harga BBM non-subsidi pada Sabtu (24/2/2018). Yang naik adalah BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Atas kenaikan ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Kheron menilai wajar. Lantaran harga minyak dunia sedang naik. "Ya jadi memang karena ini floating price untuk harga yang non subsidi. Sehingga setiap kenaikan itu ada evaluasinya dan ada formulanya, dibuat hitungan rata-rata dan memang itu diserahkan kepada pasar," kata Herman di Jakarta, Senin (26/2/2018).

"Dan, ini berbeda sistemnya, sehingga setiap kenaikan (harga di) internasional crude oil (minyak menyah) di internasional ya akan memengaruhi pasar dalam negeri," kata Herman.

Meski begitu, kata politisi Demokrat ini, DPR berencana memanggil pemerintah guna membahas kenaikan harga BBM non-subsidi. Harus didalami apakah momentum menaikan harga BBM non-subsidi sudah tepat? Saat ini, daya beli rakyat tengah terkulai. Bukankah tidak lebih baik menundanya terlebih dahulu.

"Tentu ini menjadi tugas kami juga untuk mengevaluasi. Sehingga pada sisi lain sebagai pelaksana di sektor hilir juga Perrtamina juga mampu tetap survive, tetapi juga kalau memang ini memberatkan yang kami evaluasi. Formulanya jangan juga terlalu memberatkan bagi masyarakat," ujar anak buah SBY ini.

Diketahui, harga BBM non subsidi di wilayah Sumatera Utara, Bengkulu, Jakarta, Jabar, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara ditetapkan mengalami kenaikan Rp300 per liter menjadi Rp8.900 per liter dari harga sebelumya Rp8.600 per liter.

Demikian pula, harga Pertamax di Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, dan NTB mengalami kenaikan Rp300 per liter menjadi Rp9.000 per liter dibandingkan sebelumnya Rp8.700 per liter.

Kemudian, harga BBM jenis Pertamax Turbo mulai Sabtu (24/2/2018) di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat ditetapkan Rp10.100 per liter; di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali menjadi Rp10.150 per liter. Sementara di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Batam, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan NTB ditetapkan Rp10.200 per liter.

Selanjutnya, harga BBM jenis Dexlite di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT ditetapkan Rp8.100 per liter. Di Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan dan Sulawesi menjadi Rp8.250 per liter. Di Riau, Kepulauan Riau, dan Batam Rp8.400 per liter. Sedangkan di Maluku dan Papua ditetapkan Rp8.550 per liter.

Untuk harga Pertamina Dex, menurut Adiatma, di wilayah Sumatera Utara, Jakarta, Banten, dan Jawa Barat ditetapkan Rp10.000 per liter dan di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung ditetapkan Rp10.100 per liter. [ipe]

Komentar

 
x