Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:10 WIB

Pulihkan LPG, Pertamina Kalsel Tambah Jam Kerja

Oleh : - | Senin, 26 Februari 2018 | 16:48 WIB
Pulihkan LPG, Pertamina Kalsel Tambah Jam Kerja
Ilustrasi - (Foto: inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Banjarmasin - PT Pertamina wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menambah 4 jam kerja dalam sehari guna memulihkan distribusi elpiji pascaketerlambatan pasokan, karena cuaca ekstrem.

Region Manager Communication dan CSR Kalimantan, Yudi Nugraha di Banjarmasin, Senin (26/2/2018), mengatakan, Pertamina terus mengupayakan pasokan elpiji di wilayah Kalimantan Selatan agar normal kembali.

"Kami terus berupaya keras untuk memenuhi distribusi ke seluruh agen, setelah mengalami keterlambatan pasokan elpiji akibat cuaca buruk di perairan," kata Yudi.

Mempercepat pemulihan pasokan tersebut, tambah Yudi, saat ini, Depot LPG Banjarmasin dioperasikan seoptimal mungkin. "Bahkan kami menambah jam kerja sampai dengan 4 jam per hari," kata Yudi.

Pada kondisi normal, pengisian pasokan harian dilakukan dapat diselesaikan hingga sekitar pukul 16.00 wita, dengan penambahan jam kerja tersebut diharapkan pengisian bisa melebihi jumlah pasokan harian normal.

Demikian juga armada truk agen ritasenya ditambah untuk menyesuaikan volume pasokan yang disalurkan.

Selain itu, tambah dia, Pertamian juga menambah kemampuan pasokan dari darat, karena pasokan laut terganggu, sebagian pasokan Kalimantan Selatan dikirim dari darat yaitu dari Stasiun Pengisian LPG Sampit sebesar 30 sampai dengan 40 ton per hari.

Sedangkan suplai dari laut, tambah dia, tetap diupayakan dengan mengirim kapal tambahan pascameredanya cuaca buruk.

Pada Sabtu (24/2/2018), tambah dia, telah masuk 2 cargo LPG dengan total 2000 ton. Sedangkan pada Minggu (25/2/2018) masuk satu cargo 550 Ton. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen di Kalsel atas kondisi yang tidak diinginkan," kata Yudi.

Diharapkan, masyarakat semua pihak terkait, untuk menjaga kondusifitas usaha pemulihan pasokan ini. Pengawasan akan dilakukan bekerjasama dengan pihak kepolisian sehingga apabila ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dan merugikan masyarakat dapat ditindak dengan tegas. "Dalam satu minggu ke depan, apabila kondisi permintaan normal, pasokan diharapkan sudah normal kembali," kata Yudi. [tar]

Komentar

x