Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 20:36 WIB

DPR Minta Pertamina Mandiri Kelola Blok Migas

Selasa, 27 Februari 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

DPR Minta Pertamina Mandiri Kelola Blok Migas
Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) diharapkan tidak ragu untuk mengambil alih wilayah kerja Blok Migas yang habis kontrak pada 2018.

"Pemerintah harus tegas bahwa kita sudah mampu kelola WK yang akan berakhir. Jangan ada keraguan kalau ini harus dikelola anak bangsa," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Selain itu, kata dia, Pertamina juga harus melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berpartisipasi dalam pengelolaan itu. Terlebih, kata Politikus Demokrat ini, sudah ada BUMD yang mengerjakannya.

"Bayangkan kalau perusda diberi kesempatan kelola. Menurut saya mereka mampu. Kabupaten Penajam Paser Utara itu sudah mengelola blok WK yang berakhir kontrak. Dan mereka mensupply ke PLN. Nah, daerah saja sudah mampu apalagi Pertamina," ujar dia.

Menurut dia, bila Migas dikerjakan oleh pemerintah bisa mewujudkan kedaulatan energi nasional. Baik minyak dan sumber daya yang ada akan menjadi asset negara.

Menurutnya, pengelolaan badan gas bumi yang dikelola BUMN juga akan meningkatkan penerimaan negara. "Urgensinya bukan hanya kemampuan tapi penerimaan. Kalau anak bangsa yan kelola semua jadi milik negara," jelasnya.

Karenanya, Komisi VII DPR terus mendorong Pertamina lebih profesional, efisien dan mampu mengikuti perubahan. Sehingga memenuhi asas perusahaan yg profesional, kredibel dann dipercaya publik.

"Saya tidak ada keraguan dengan SKK Migas, ESDM, kita pro terhadap Indonesia. Bukan berarti juga kontra terhadap asing, selama kita punya prospek baik dan kemampuan yang cukup tentu kita lakukan yang terbaik bagi Indonesia," ujar Herman.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas tahun 2018 dengan skema kontrak bagi hasil Gross Split. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM No. 52 Tahun 2017.

Adapun wilayah kerja blok migas yang masa kontraknya habis ialah,
Blok Sanga-sanga, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok South East Sumatera, Blok Tengah, Blok NSO, Blok Tuban, dan Blok Ogan Komering. [ipe]

Komentar

x