Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 05:00 WIB

BI Akui Kenaikan Harga BBM Naikan Inflasi

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 27 Februari 2018 | 16:39 WIB
BI Akui Kenaikan Harga BBM Naikan Inflasi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menyumbang kenaikan inflasi.

"Kami tahu ada risiko inflasi dengan harga minyak dunia yang meningkat. Kalau kami dengar yang terakhir sudah disesuaikan tentu ada dampak inflasi," kata Agus di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi BI-IMF di Jakarta, Selasa (27/2/2018). Adapun BBM nonsubsidi yang naik yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Menurut Agus, berdasarkan pada
Survei Pemantauan Harga BI hingga pekan ketiga Februari 2018, inflasi bulanan di Februari ini sebesar 0,19 persen dan secara tahun ke tahun sebesar 3,25 persen (yoy). "Secara umum inflasi kita sesuai dengan terget inflasi yaitu 3,5 +- 1 persen," kata dia.

Namun begitu, kata dia, perkiraan inflasi tersebut belum merekam dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi. "Dalam rapat Februari kita sudah melihat potensi, dan kita melihat tekanan kalau seandainya nilai tukar melemah dan berdampak pada 'imported inflation', tetapi secara umum inflasi kita masih sesuai target inflasi yaitu 3,5 plus minus satu persen," kata Agus.

Agus mengatakan, kenaikan harga BBM karena menyesuaikan harga minyak dunia yang naik.

PT Pertamina (Persero) sudah menetapkan harga baru untuk jenis bahan bakar minyak umum atau bahan bakar minyak nonpenugasan yang berlaku mulai pada Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 00.00 waktu setempat.

Untuk jenis BBM Pertamax per liternya di wilayah Jakarta naik dari Rp8.600 menjadi Rp8.900. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.100.

Kemudian, untuk daftar harga Pertamina Dex dalam tabel resmi, naik dari sebelumnya Rp9.250 per liter menjadi Rp10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP7.500 menjadi Rp8.100.

Sedangkan jenis Pertamax di Provinsi Papua Barat mencatatkan harga tertinggi yaitu sebesar Rp11.550. Kemudian untuk solar nonsubsidi harga tertinggi ada di provinsi Papua dengan nilai sebesar Rp9.100. [hid]

Komentar

Embed Widget
x