Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 13:00 WIB

Menhub Akui Aturan Transportasi Online Belum Pas

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 1 Maret 2018 | 09:39 WIB
Menhub Akui Aturan Transportasi Online Belum Pas
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengakui kementeriannya belum dalam menyiapkan regulasi yang sesuai dengan di lapangan untuk mengantisipasi berkembangnya transportasi online.

"Kita tidak bisa mengantisipasi online sehingga kita melakukan suatu proses tertentu yang sesuai antara regulasi dengan kondisi yang terjadi di lapangan, meskipun hingga saat ini belum sepenuhnya bisa diatasi meskipun kita sudah berusaha," katanya Rabu (28/2/2018).

Menurut Menhub Budi, perkembangan teknologi informasi sudah mengubah gaya hidup masyarakat termasuk dalam bertransportasi. Ini merupakan suatu pemikiran inovasi dalam satu bagian yang tidak terpisahkan dari satuan kerja yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan. "Online startup merupakan suatu terobosan dan pengembangan teknologi yang harus kita terima dan atur," katanya dalam Workshop Digital Transportation Talk dengan tema "Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Inovasi (StartUp) untuk Peningkatan Kinerja Transportasi" yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.

Teknologi informasi sudah mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk di sektor transportasi. Seperti, para pelaku bisnis startup memberikan opsi baru yang mampu mendominasi (disruptive technology).

"Sekarang sudah menjadi suatu tren tertentu. Anak-anak kita tumbuh dengan kreasi dan inovasinya sendiri. Kita sebagai satu kementerian tentu harus melayani masyarakat. Kalau kita tidak membuka diri dan memberi kesempatan untuk anak muda kita akan tertinggal," jelas Menhub Budi.

Menhub Budi mengungkapkan jika pengembangan bisnis didukung dengan adanya sosialisasi yang terarah atau afiliasi, tentu kita bisa melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat dan lugas. Seperti, masalah pelayanan angkutan darat yaitu bis dan kereta api yang hingga saat ini masih mengalami kendala. Dengan adanya sosialisasi yang terarah, harapannya bisa memberi pelayanan yang lebih efisien dan memberi manfaat untuk masyarakat.

Dukungan konkrit yang diberikan oleh pemerintah yaitu membuka ruang dalam memperbaiki regulasi. Kita dituntut untuk berpikir out of the box. "Nanti ada pemikiran inovasi yang baik tapi ada regulasi yang menghalangi kita pelajari. Tidak serta merta mengubah, kita lihat inovasi tersebut memberi nilai tambah atau tidak," jelas Menhub Budi seperti mengutip laman resmi Kemenhub.

Perkembangan startup di Indonesia berada di peringkat empat di dunia dengan jumlah startup 1.716 dibawah negara Amerika Serikat berjumlah 28.821 startup, India berjumlah 4.753 startup, dan Inggris 2.983 startup.

"Tahun 2018 tercatat dunia digital begitu maju di Indonesia. Kita harus mewadahi anak dan adik kita yg begitu kreatif," tutup Menhub Budi.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Umiyatun Hayati, dan jajaran Rektor dari Perguruan Tinggi.

Komentar

Embed Widget

x