Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 20:36 WIB

Pemilik Kapal Cantrang Sudah Banyak yang Sadar

Sabtu, 3 Maret 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Pemilik Kapal Cantrang Sudah Banyak yang Sadar
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Pati - Sebagian besar kapal yang menggunakan alat tangkap ikan jenis cantrang di Kabupaten Pati, sudah beralih ke alat tangkap yang diizinkan.

"Kami mencatat awalnya jumlah kapal cantrang di Kabupaten Pati mencapai 400 kapal, sedangkan 221 kapal cantrang di antaranya telah berganti alat tangkap yang diizinkan sejak 2015 hingga sekarang," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja di Pati, Jawa Tengah, Jumat (2/3/2018).

Kapal cantrang yang belum beralih, katanya, tersisa 179 kapal. Dari ratusan kapal tersebut, pada hari pertama (1/3/2018) pembukaan gerai perizinan kapal cantrang oleh KKP, sebanyak 179 kapal dengan jumlah pemilik kapal sebanyak 96 orang, dilayani.

Tahapannya, lanjut dia, dimulai dari pendataan, verifikasi, cek fisik dan wawancara. Setelah data diterima, dilakukan verifikasi, termasuk jika jual-beli harus dilengkapi akta jual, selanjutnya dilakukan cek fisik dan pengukuran kapal.

Ia mencatat, hampir seluruh kapal di Kabupaten Pati proses perizinannya dari daerah karena ukuran kapalnya di bawah 30 gross ton (GT), meskipun kenyataannya ukuran rata-rata di atas 60 GT. "Karena tidak ingin masuk perizinan pusat, mereka menurunkan GT-nya," ujar Sjarief.

Para nelayan yang melakukan peralihan alat tangkap juga diminta membuat skenario cara mengalihkan alat tangkap ikan dari cantrang dengan alat tangkap ikan yang diizinkan.

"Setelah itu dilihat dan hasilnya akan diumumkan, kemudian mereka melakukan pembayaran pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Sjarief.

Sjarief mengatakan, semua kapal nelayan yang beratnya di atas 30 GT, wajib membayar PNBP. Selanjutnya, kapal dipasang alat pengawasan kapal perikanan atau vessel monitoring system (VMS) dan mereka bisa mendapatkan surat keterangan melaut (SKM) sehingga bisa melaut.

"Dimungkinkan nelayan yang sudah memenuhi semua tahapan dan persyaratan pekan ini bisa segera melaut," ujarnya.

Keberadaan gerai perizinan kapal cantrang yang dibuka oleh KKP, katanya, merupakan kesempatan mereka untuk beralih alat tangkap. "Beberapa nelayan yang sudah berganti alat tangkap, saat ini melautnya pindah ke Laut Arafuru," ujarnya.

Jumlah kapal nelayan dari Pulau Jawa yang berada di Dobo maupun Tual, Maluku, mencapai 1.200 kapal yang berasal dari Indramayu, Cilacap, Pati, Tegal, dan Probolinggo. [tar]

Komentar

x