Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:33 WIB

Rupiah Bisa Terus dalam Tekanan

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 5 Maret 2018 | 02:03 WIB

Berita Terkait

Rupiah Bisa Terus dalam Tekanan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan nilai tukar rupiah bisa berada hingga level Rp14.000 terhadap dollar AS.

"Rupiah dalam sesi perdagangan minggu kedua maret 2018 diperkirakan akan berada di kisaaran Rp13.790-Rp13.810 per dolar AS. Rupiah diprediksi akan terus melemah hingga akhir Maret. Titik terendah pelemahan rupiah bisa mencapai 14.000 per dolar tahun ini," kata Bhima di Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Pelemahan rupiah ini, papar Bhima, salah satunya karena gubernur Fed baru Jerome Powell mengisyaratkan suku bunga akan naik dalam waktu dekat. Pasar sebelumnya menebak Maret akan ada kenaikan pertama.

Bahkan bisa sampai tiga kali kenaikannya tahun ini. Powell mengkonfirmasi bahwa Fed solid lakukan pengetatan moneter dan normalisasi balance sheetnya tahun ini.

"Kebijakan Fed ini juga memicu bank sentral negara maju seperti ECB dan BOJ melakukan pengetatan moneter. Efek snowball yang dikhawatirkan pelaku pasar," kata dia.

Kemudian, efek berikutnya yield Treasury atau surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun loncat ke 2,9% tertinggi dalam empat tahun terakhir. Otomatis yield spread dengan SBN Indonesia makin sempit. "Investor akhirnya mencatat penjualan bersih dan memburu surat utang AS," ujar dia.

Faktor internal seperti inflasi bulan Februari yang rendah di level 0,17% dan laporan keuangan beberapa Emiten yang positif tidak bisa menahan penjualan bersih investor asing. Aliran modal asing keluar dari pasar modal Indonesia saat ini mencapai Rp8,6 triliun (ytd) sejak awal 2018.

Dengan demikian, lanjut dia, Bank Indoneska harus menjaga rupiah di level psikologis 13.800. BI, kata dia, bisa gunakan cadangan devisa yang nilainya 132 miliar dolar untuk stabilisasi rupiah di pasar jika rupiah berada di atas 13.800.

"Tapi konsekuensinya cadev akan terkuras. Kondisi ini pernah terjadi November 2016 saat tekanan Fed rate naik, cadev terpaksa turun 4 miliar dolar agar rupiah tetap terjaga," kata dia.

Dalam kesempatan ini ia menyebut, tugas untuk menjaga rupiah bukan hanya BI. Tapi Pemerintah juga perlu memperkuat fundamental perekonomian dan cadangan devisa melalui peningkatan ekspor non migas dan devisa pariwisata. "Semakin kokoh cadangan devisa rupiah semakin terkendali," ujarnya. [hid]

Komentar

x