Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 04:09 WIB
 

Jelang Pensiun, Aher Kerek Anggaran Pendidikan

Oleh : - | Senin, 5 Maret 2018 | 03:09 WIB
Jelang Pensiun, Aher Kerek Anggaran Pendidikan
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menetapkan anggaran pendidikan 2018 Rp1.9 triliun. Angkanya naik ketimbang 2017 sebesar Rp1,7 triliun.

"Saya sebut tambahan pada anggaran tahun ini yaitu sejumlah Rp1,9 triliun. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), tunjungan guru, serta kenaikan honor para guru honorer," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan dalam siaran pers kepada media di Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Sejak 1 Januari 2017, kata Aher, SMA/SMK di Jawa Barat dikelola pemprov. Di mana, kualitas siswa dan kualitas pengajar serta fasilitas terus ditingkatkan. Agar dunia pendidikan di Jawa Barat, bisa unggul.

Selain itu, Aher juga menginginkan tingkat pendidikan yang dikelola oleh Kabupaten/Kota seperti SD, SMP, serta Kemenag yang mengembangkan Ibtidaiyah, Tsanawiah, dan Aliyah di Jawa Barat, juga mengedepankan kemajuan.

Adapun jumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Barat saat ini ada sekitar 800, dan Swasta ada sekitar 3000 sekolah. Aher berharap, sekolah di Jawa Barat berkonsep ramah anak. Sehingga sekolah, bisa menjadi rumah kedua bagi para pelajar.

"Kita punya jargon, sekolah adalah rumah kedua. Saat siswa berada di rumah nyaman, begitu pun di sekolah. Di rumah ada orang tua yang sayang, begitu pun guru dan kepala sekolah seperti itu," kata Aher.

Maka dari itu, Aher meminta para guru untuk mengajar dengar ramah karena menurutnya, sudah tak jaman lagi ada guru yang mengajar dengan cemberut atau marah-marah.

Untuk ke depan, perlu dibangun sebuah sekolah dengan suasana yang penuh cinta dan kasih, sebagai rumah besar yang dihuni guru dan murid. "Keluh kesah para pelajar, tidak harus terfokus pada Guru Bimbingan Konseling (BK). Tapi guru lain termasuk kepala sekolah memiliki fungsi sebagai layaknya Guru BK. Anak-anak yang galau mau curhat harus difasilitasi. Jangan sampai mereka salah curhat dan malah terjerumus narkoba," kata Aher. [tar]

Komentar

 
x