Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 12:53 WIB

KESDM Prediksi Setoran PNBP Lebih Tinggi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 5 Maret 2018 | 15:03 WIB

Berita Terkait

KESDM Prediksi Setoran PNBP Lebih Tinggi
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM memperkirakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 berpotensi lebih tinggi dari asumsi awal.

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 direncanakan sebesar Rp120,3 triliun atau 44% dari total rencana PNBP nasional sebesar Rp275,4 triliun berdasarkan APBN 2018.

Alasannya asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang digunakan dalam APBN 2018 sebesar US$48 per barel. Sementara realisasi ICP bulan Januari 2018 sebesar US$65,6 per barel dengan tren peningkatan sejak Juni 2017.

Peningkatan ICP sejak Juni 2017 hingga Januari 2018, berturut-turut sebesar US$43,7 per barel, US$45,5 per barel, US$48,4 per barel, US$52,5 per barel, US$54,0 per barel, US$59,3 per barel, US$60,9 per barel dan US$65,6 per barel.

Berdasarkan kalkulasi awal saat penyusunan APBN 2018 lalu, setiap kenaikan rata-rata US$1 per barel ICP, berpotensi meningkatkan PNBP migas sekitar Rp3,1 triliun (ceteris paribus, apabila asumsi yang berpengaruhnya lainnya dianggap tetap).

Memperhatikan perkembangan harga tersebut, PNBP migas 2018 berpotensi naik dibandingkan rencana dalam APBN 2018. Pemerintah akan terus monitor dan mengantisipasi perkembangan tersebut, seperti mengutip dari laman resmi ESDM.

Jika secara utuh, total penerimaan sektor ESDM termasuk pajak migas pada tahun 2018 direncanakan sebesar Rp158,4 triliun, dimana sebesar 76% atau Rp120,3 triliun dari jumlah tersebut merupakan PNBP.

Rencana penerimaan sektor ESDM tahun 2018 dimaksud, terdiri dari penerimaan migas sebesar Rp124,6 triliun mencakup PNBP migas sekitar Rp86,5 triliun dan PPh migas sebesar Rp38,1 triliun. Selain itu, PNBP mineral dan batubara (minerba) sebesar Rp32,1 triliun, PNBP panas bumi sebesar Rp0,7 triliun dan penerimaan lainnya sekitar Rp1 triliun.

Penerimaan sektor ESDM tersebut belum termasuk penerimaan dari perpajakan minerba, dan penerimaan sewa dan jasa lainnya.

Komentar

x