Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:49 WIB

Sri Mulyani Sebut Dampak Buruk Perang Dagang

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 6 Maret 2018 | 14:47 WIB

Berita Terkait

Sri Mulyani Sebut Dampak Buruk Perang Dagang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/M. Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai akan ada dampak bagi aktivitas perdagangan global, jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar menaikkan tarif bea masuk impor produk baja dan alumunium ke negaranya.

"Sejarah dunia sudah menunjukkan kalau terjadi perang dagang maka dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia, itu sudah beberapa kali terjadi," kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (6/3/2018).

Namun kata Ani sapaan akrabnya, kebijakan yang bakal dilakukan oleh Trump sendiri masih menjadi gonjang-ganjing di negaranya, dengan kata lain perdebatan soal rencana ini masih terjadi.

"Di AS sendiri dinamika mengenai itu sendiri sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan Kongres dan Senat-nya," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pun cukup ketar-ketir atas kebijakan ini, dirinya bilang jika AS menerapkan bea masuk baja yang mahal akan berdampak pada 'banjirnya' produk baja asal China kesejumlah negara lain, termasuk Indonesia, karena China akan mencari pasar ekspor yang lain selain ke AS.

"Kita belum tahu, tetapi memang kalau itu berjalan, mau tidak mau bajanya China akan kemana-mana, termasuk ke Indonesia," kata Darmin.

Darmin bilang sebagai produsen baja terbesar dunia China tentunya sudah bertahun-tahun mengekspor produk bajanya ke negeri Paman Sam, apalagi ekspor baja China ke AS merupakan yang paling besar, sehingga saat ini perang dingin perdagangan antara China dan AS kembali memanaskan perdagangan global.

"Ya ini kan masih berjalan nih ya kan, tarik menariknya ya kan jadi China kemudian apalagi Jerman sedang tarik menarik dengan AS," ujar Darmin.

Pasar saham Asia hari Senin (5/3/2018) kembali merosot karena tarif impor baja dan aluminium yang diusulkan Trump.

Trump meningkatkan retorikanya. Dalam cuitan di Twitter ia menulis, "Sahabat dan musuh kita telah memanfaatkan Amerika selama bertahun-tahun. Maaf, ini saatnya berubah. Make America Great Again," kata Trump.

Langkah itu, bagian dari gerakan proteksionis Trump "America First," menuai kemarahan di seluruh dunia dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat mulai dari China hingga Belgia. [jin]

Komentar

x