Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:12 WIB
 

Siap-siap, Indonesia Krisis Minyak di 2048

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 6 Maret 2018 | 16:17 WIB
Siap-siap, Indonesia Krisis Minyak di 2048
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Cadangan minyak di perut bumi Indonesia diprediksi habis pada 2048. Lantaran konsumsi minyak makin tinggi, sementara produksi minyak nasional (lifting) semakin turun akibat tak ada sumur minyak baru.

Bambang Dwi Djanuarto, Lead External Relation SKK Migas mengatakan, cadangan minyak di Indonesia tersisa hanya 3,3 miliar barel. Sementara lifting minyak mencapai 800 ribu barel per hari (Bph). Artinya, minyak di Indonesia bakal terkuras hingga 2048.

"Makanya kita terus kampanyekan penghematan BBM serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT)," papar Bambang dalam diskusi "Kelancaran Operasi Hulu Migas dan Dampaknya Bagi Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Untuk menutup konsumsi BBM sebesar 1,8 juta BPH, lanjut Bambang, Indonesia sejak 2014 menjadi net impor. Sedikitnya 800 ribu barel minyak diimpor per harinya. "Angka impor bisa naik lantaran tren konsumsi BBM yang terus naik. Karena semakin bertambahnya jumlah penduduk. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita," papar Bambang.

Sementara, Erwin Usman, Ketua Bidang Energi & Migas Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), mengatakan: "Sejak 2014 Indonesia bukan lagi penghasil minyak. Produksi minya antara 800-840 ribu barrel. Namun kebutuhan sehari 1,6 juta barrel. Maka ada kekurangan 800 ribu barel per hari. Menutupi Kekurangan dari impor."

Dia bilang, pemerintah perlu memikirkan untuk memperbesar lifting minyak. Perlu ada upaya untuk penemuan sumur minyak baru. "Sejauh ini belum ada penemuan sumur baru. Itu sumur-sumur tua," kata Erwin.

Solusi lainnya adalah pemerintah harus membuat jalur alternatif baru yakni mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang saat ini terus mengembangkan EBT ini. "Langkah pemerintahan Jokowi saat ini sudah cukup bagus. Yakni mengembangkan energi baru terbarukan," ujar dia. [ipe]

Komentar

 
x