Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 10:11 WIB
 

Inilah Manfaat Aturan Ganjil-Genap di Tol Bekasi

Oleh : - | Selasa, 6 Maret 2018 | 17:44 WIB
Inilah Manfaat Aturan Ganjil-Genap di Tol Bekasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan berharap aturan ganjil-genap di akses Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta dapat memindahkan sekitar 2.200 kendaraan pribadi menjadi angkutan umum.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Karlo Manik di Jakarta, Selasa, menyampaikan dengan adanya kebijakan ganjil-genap kendaraan pribadi dan pemberlakuan lajur khusus angkutan umum, masyarakat bisa beralih menggunakan transportasi umum dengan waktu tempuh yang lebih cepat.

"Pada jam enam sampai sembilan pagi, mobil pribadi cukup banyak dari Bekasi Barat sampai 4.400 kendaraan. Target kita menjadikan 50 persen berarti 2.200 kendaraan pribadi," kata Karlo.

Ia menyebutkan jika rata-rata kendaraan pribadi diisi oleh 1,5 orang, berarti ada 3.300 orang yang diproyeksi menggunakan angkutan umum.

BPTJ pun sudah menyiapkan 60 unit bus angkutan umum Transjabodetabek Premium untuk mengangkut masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy Lukman mengatakan ada sekitar 8.000 kendaraan pribadi yang terdampak pada pemberlakuan skema Ganjil Genap pada ketiga akses tol arah Jakarta, yakni Gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur 2.

Ia merinci setidaknya ada 2.600 kendaraan yang melalui Bekasi Barat 1, 3.000 kendaraan di Bekasi Barat 2 dan 2.400 kendaraan di Bekasi Timur yang memasuki akses tol arah Jakarta pukul 06.00-09.00 WIB.

"Ada 8.000 kendaraan yang terkena kebijakan ini. Pilihannya adalah mengatur waktu keberangkatan, pindah menggunakan bus dan melalui lajur khusus atau cari rute lain," kata Raddy.

Ada pun Kementerian Perhubungan akan memberlakukan tiga kebijakan sekaligus mulai 12 Maret 2018 dalam Pengaturan Ruas Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Jam Operasional Angkutan Barang pada Golongan III, IV dan V; penerapan Lajur Khusus Angkutan Umum dan Ganjil Genap di Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Karlo menilai pemberlakuan tiga kebijakan tersebut terutama pada waktu kerja, yakni Senin sampai Jumat pukul 06.00-09.00 WIB karena tingginya pergerakan kendaraan di Jabodetabek yang mencapai 48,5 juta pergerakan setiap hari.

Selain itu, pertumbuhan kendaraan bermotor juga terus meningkat di atas 10 persen per tahun, sedangkan di sisi lain pertumbuhan jalan hanya di bawah 1 persen. Oleh karena itu, BPTJ menilai penggunaan angkutan massal menjadi solusi yang tepat terutama untuk mengurai kepadatan di ruas tol arah Jakarta. [tar]

Komentar

 
x