Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 09:19 WIB

Tahun Politik, Sri Mulyani Naikkan Subsidi Energi

Rabu, 7 Maret 2018 | 01:39 WIB

Berita Terkait

Tahun Politik, Sri Mulyani Naikkan Subsidi Energi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan alokasi subsidi energi di 2018. Alasannya, harga minyak dunia naik melebihi asumsi APBN 2018 sebesar US$48 per barel.

"Kami kemarin sudah menghitung dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN mengenai kebutuhan tambahan subsidi," kata Sri Mulyani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan subsidi energi mencakup tambahan subsidi solar untuk Pertamina. "Subsidi solar dalam UU APBN ditetapkan Rp500. Itu dilihat dari situasi hari ini tidak memadai. Ini kami sedang menghitung kira-kira. Usulan sudah kami terima dan akan dilaporkan ke DPR," kata Sri Mulyani.

Selain itu, kenaikan subsidi energi juga terkait dengan penyesuaian harga batu bara di pasar domestik (DMO) untuk bahan bakar pembangkit listrik yang dikelola oleh PLN.

Sri Mulyani memastikan, pemerintah telah menghitung seluruh potensi penerimaan pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hilang dari pengusaha batubara. "Karena berarti perusahaan batubara diharuskan menjual dari harga yang sama dengan DMO, yang berarti di bawah harga pasar, kami juga sudah menghitung itu," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, tambahan subsidi energi yang dibutuhkan, bisa dilihat setelah laporan semester pelaksanaan APBN 2018 disampaikan ke DPR. Dipastikan, kenaikan subsidi tidak akan mengganggu neraca Pertamina maupun PLN. Serta tetap bisa menjaga defisit anggaran yang ditetapkan 2,19% dari PDB (Produk Domestik Bruto).

"Kita akan melakukan seluruh kebijakan ini dalam rangka untuk menjaga sisi makro policy tetap kredibel dan stabil, fiskalnya tidak mengalami erosi kepercayaan dan tetap sehat APBN-nya," kata Sri Mulyani.

Saat ini, subsidi energi dalam APBN 2018 ditetapkan Rp94,53 triliun. Terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp46,9 triliun dan subsidi listrik Rp47,7 triliun. Berdasarkan penghitungan sementara pemerintah, subsidi untuk solar diproyeksikan naik di kisaran Rp700-Rp1.000 per liter.

Saat ini, besaran subsidinya Rp500 per liter. Sementara itu, harga minyak dunia per Februari 2018 mencapai rata-rata sebesar US$61,61 per barel, atau lebih tinggi ketimbang asumsi APBN 2018 sebesar US$48 per barel. [tar]

Komentar

x