Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 10:12 WIB
 

Kabar Proyek Listrik 35.000 MW, Ini Kata Jonan

Oleh : - | Rabu, 7 Maret 2018 | 12:48 WIB
Kabar Proyek Listrik 35.000 MW, Ini Kata Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menegaskan, pelaksanaan proyek ketenagalistrikan 35.000 MW sesuai harapan. Dengan kata lain optimis bisa mencapai target

Saat ini, pembangkit yang menghasilkan listrik sebesar 20.000 MW, diap dioperasikan pada 2019. Sedangkan sisanya yang 15.000 MW bakal rampung dan beroperasi pada 2024-2025.

Jonan mengakui bahwa publik menaruh harapan besar terhadap mega proyek ini. Diingatkan bahwa membangun pembangkit skala besar, tidak seperti membalik telapak tangan. Bisa terlaksana dalam sekejab. Diperkirakan perlu waktu tiga tahun untuk beroperasi dari masa konstruksi.

Sebelumnya, sejak dicanangkan pada pertengahan 2015, total yang sudah Commercial Date Operation (COD) atau beroperasi mencapai 1.362 MW. Di luar itu, sejumlah 17.116 MW masuk tahap konstruksi dan sebagian besar telah kontrak. Hanya sebagian kecil, atau 13% saja yang masih dalam tahap pengadaan atau perencanaan. "Yang dalam tahap konstruksi tetap berjalan. Tidak ada masalah," jelas Jonan.

Jonan optimis pada 2019, total pembangkit listrik sebanyak 20.000 MW sudah beroperasi. "Tambahan kapasitas sebesar itu sudah cukup untuk menjawab peningkatan kebutuhan listrik di tahun 2019," ucap Jonan.

Alasan Jonan, program 35.000 MW harus selesai 2019 dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 7 persen. Padahal realisasi pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir dan beberapa tahun ke depan diperkirakan sekitar 5 persen, sehingga peningkatan tambahan kebutuhan listrik hingga tahun 2019 berkisar 20.000 MW. Selebihnya beroperasi pada 2024-2025, seiring pertumbuhan kebutuhan listrik.

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengungkapkan, secara total kemajuan pembangunan proyek 35.000 MW sudah mencapai 30%-40%. "Kalau ditanya 35.000 MW sudah selesai dalam dua tahun pasti saya berbohong. Tapi, kalau berbicara progress pembangunnnya, sudah sesuai rencana yaitu 30 sampao 40 persen," kata Sofyan.

Sofyan merinci, estimasi masa pembangunan pembangkit. Untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memakan waktu sekitar 5-6 tahun, panas bumi (PLTP) 5-6 tahun, pembangkit listrik di atas 600 MW mencapai 6 tahun. Sedangkan yang di bawah 600 MW dan 300 MW membutuhkan waktu 3 tahun. "Yang lebih cepat itu (pembangkit) gas bisa 8 bulan sampai 1 tahun," papar Sofyan.

Salah satu bukti kemajuan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10 dengan total kapasitas 4.000 MW yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada 5 Oktober 2017. Masih ada PLTU Jawa I di Cilacap yang progressnya mencapai 37%.

Di samping program 35.000 MW, pemerimtah juga tengah menyelesaikan proyek 7.000 MW sebagai kelanjutan Fast Track Program (FTP) I, FTP II dan Regular. Hingga Januari 2018 total sebanyak 6.424 MW atau sekitar 82 persen sudah bisa beroperasi, dan hanya 1.407 MW atau 18 persen yang masih tahap konstruksi. [tar]

Komentar

 
x