Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 14:40 WIB
 

Infrastruktur Minim

Kabupaten Mappi Ingin 'Disentuh' Jokowi

Oleh : - | Rabu, 7 Maret 2018 | 13:50 WIB
Kabupaten Mappi Ingin 'Disentuh' Jokowi
Bupati Mappi, Kristosimus Agawemu - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Mappi - Ternyata, masih ada daerah di Papua yang terlupakan pemerintahan Joko Widodo. Adalah Kabupaten Mappi, sarana infrastruktur, kesehatan, pendidikan, SDM hingga potensi pariwisatanya masih berkategori sangat tertinggal.

Padahal, Kabupaten Mappi yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke itu, memiliki potensi sumber alam yang sangat besar, khususnya sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Bupati Mappi, Kristosimus Agawemu berharap, pemerintah pusat perlu memperhatikan pembangunan di daerahnya yang 90% adalah perairan atau sungai. Pembangunan secara masif harus segera dilakukan, agar Kabupaten Mappi menjadi wilayah maju, seperti daerah lainnya di Indonesia. "Kondisi Kabupaten Mappi Papua, sangat minim infrastruktur dasar. Mulai dari dari gedung kantor, infrastruktur jalan, sarana pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga transportasi sangat minim," kata Kristosimus, Rabu (07/03/2018).

Apalagi, menurut Kristosimus, APBD Kabupaten Mappi yang hanya senilai Rp1,2 triliun, sangat tidak memadai untuk melakukan pembangunan secara masif. Lantaran, kabupaten ini memiliki geografis yang 90% adalah sungai.

"Kami meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat dan menjadi daerah berkembang dan maju," kata Kristosimus.

Kristosimus berharap, pemerintah pusat bisa merealisasikan pengembangan pelabuhan, bandar udara, pembenahan konektivitas angkutan sungai yang menghubungkan antar distrik dan kabupaten melalui kapal di wilayah dengan luasnya mencapai 28.518 kilometer-persegi itu.

"Jika ingin berkembang dan maju, butuh beberapa hal, yaitu pengembangan pelabuhan, bandar udara, pengembangan konektivitas angkutan sungai yang menghubungkan distrik atau antar kampung hingga kabupaten dengan menggunakan kapal," kata Kristosimus.

Tidak hanya itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut juga masuk dalam kategori tertinggal. Belum lagi sarana pendidikan, mulai dari gedung sekolah, infrastruktur, tenaga guru dan fasilitas penunjang, sangat jauh dari harapan.

"Posisi kami saat ini ada 260 kampung dengan sekolah dibawah standar. Kurang tenaga guru, tenaga medis. Kami sangat membutuhkan 9 disiplin ilmu tenaga kesehatan," ujar Kristosimus

Kristosimus mengakui, kasus gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, menyebabkan 68 orang meninggal dunia, bisa menjalar ke Kabupaten Mappi. Karena minimnya sarana dan prasarana termasuk layanan kesehatan di wilayah tersebut. [tar]

Komentar

 
x