Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:23 WIB

Gaduh Soal Pajak, Jangan Harap Daya Beli Tinggi

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 7 Maret 2018 | 14:40 WIB

Berita Terkait

Gaduh Soal Pajak, Jangan Harap Daya Beli Tinggi
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom sekaligus Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Aviliani menilai, pemerintah perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan tidak membuat kegaduhan, khususnya soal pajak.

"Isu pajak menjadi isu yang paling meresahkan masyarakat, banyak masyarakat menahan konsumsi karena hal ini," kata Aviliani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (3/7/2018).

Dia bilang, konsumsi masyarakat kelas ke atas, masih terkendala perpajakan. Isu dengan embel-embel pajak, dikhawatirkan membuat masyarakat kalangan atas, takut untuk berbelanja. "Jadi harus lebih friendly dalam sosialisasikannya. Jadi kalau konsumsinya normal dan berjalan baik, maka target pertumbuhan 5,4 persen bisa tercapai," papar ekonom yang terlihat ayu ini.

Padahal, kata Aviliani, salah satu faktor yang diharapkan bisa mengerek naik pertumbuhan ekonomi di tahun ini, adalah daya beli. Sepanjang 2017, daya beli masyarakat turun atau boleh disebut stagnan di level 5%. Tentu saja ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh tim ekonomi di pemerintahan.

"Penurunan daya beli menjadi resiko terutama dalam kelompok kelas menengah kebawah karena keterlambatan bantuan dari pemerintah," katanya.

Aviliani menyebut, sedikitnya ada 3 momentum besar dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi. Yakni, Pilkada, Asian Games serta pertemuan tahunan IMF-World Bank.

Meski begitu, kata dia, target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang dipatok 5,4% masih sedikit berat, pemerintah pun dinilainya harus bekerja keras. "Apakah bisa tercapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%?" tanya Avilani. [ipe]

Komentar

x