Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 00:34 WIB
 

Agung Hendriadi: Serap Gabah, Petani Tak Sengsara

Oleh : - | Rabu, 7 Maret 2018 | 15:49 WIB
Agung Hendriadi: Serap Gabah, Petani Tak Sengsara
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, NTB - Untuk mengisi cadangan beras sekaligus menjaga harga gabah tidak jatuh menjelang dan saat panen raya, pemerintah melalui Tim Serap Gabah (Sergab) melakukan pembelian langsung gabah petani di lapangan.

"Serap gabah yang kami lakukan ini agar petani tidak sengsara. Kalau petani sengsara dan tidak mau menanam karena rugi, bangsa ini mau makan apa!" kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian kepada pers seusai menginisiasi traksaksi pembelian gabah di tiga lokasi di provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/3).

Ketiga lokasi Sergab yang dikunjungi adalah Desa Darmasari, Kecamatan Sikur dan Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp4.300/kg. Di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat pembelian juga dilakukan dengan harga Rp4.300/kg/GKP.

Agung juga mengingatkan kepada para petani, Penyuluh Pertanian, Petugas Dinas dan BPTP agar kalau ada daerah-daerah yang akan melakukan panen, petani dan dinas melapor ke Dandim, untuk segera dilakukan pembelian gabah dan diteruskan ke Bulog, sehingga tidak jatuh ke tangan tengkulak. Penyerapan gabah menurut Agung, sangat penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang disimpan di gudang Bulog.

Pemerintahmenargetkan, penyerapan beras 2,2 juta ton sampai Juni 2018.Melalui kegiatan Sergab, pemerintah provinsi NTB optimis target yang ditetapkan sebesar 58.873 ton beras sampai akhir Juni 2018 akan tercapai.

"Melalui koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Bulog, BRI dan gabungan kelompok tani, kami optimis target akan tercapai," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Budi Septiani.

Sedangkan H Abd Muas, Ketua Gapoktan Sejahtera Mandiri mengatakan sangat berterimakasih pemerintah membeli gabahnya, karena kalau pemerintah tidak turun tangan melakukan pembelian, petani akan dirugikan. "Biasanya harga beli diatur oleh tengkulak yang mulai berkeliaran," ujar Abd. Muas.

Kegiatan Sergab ini juga dihadiri Sekretaris BKP, TNI (Komandan Kodim), Babinsa, Kadivre dan Kasub divre Bulog, BRI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi dan Kabupaten, BPTP dan para petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x