Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:16 WIB
 

Batu Bara juga Tertekan Tarif Baja AS

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 7 Maret 2018 | 16:03 WIB
Batu Bara juga Tertekan Tarif Baja AS
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Selain akan kebanjiran baja oplosan dari China, rencana kenaikan tarif baja ke AS bisa dampak tidak langsung dengan menurunnya ekspor seperti batu bara.

Demikian disampaikan Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara di gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurut dia, menurunnya ekspot itu, karena negara tujuan ekspor produksi baja menurun. Nah, energi pembuatan bahan baku adalah batu bara. Apabila baja mereka menurun, maka permintaan batu bara juga akan mengikuti.

"Dampak tidak langsung lainnya kalau negara-negara eksportir baja ke Amerika Serikat ini terhambat gitu ya, kan bikin baja harus ada energi batu bara. Batu Bara kita yang ke negara-negara penghasil baja itu, juga akan menurun ekspor-nya," ujar Bhima.

Menurut dia, dampat tidak langsung ini lebih bahaya ketimbang dampak langsung yang tidak terlalu terpengaruh. Sebab, ekspor baja Indonesia ke Amerika jumlahnya sedikit.

"Nah ini, dampak tidak langsung berkali-kali lipat lebih bahaya daripada dampak langsung ini yang harus diantisipasi," ujar dia.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia punya tantangan lain terkait dengan wacana kebijakan Trump tersebut.

Diketahui, pasar saham Asia hari Senin (5/3/2018) kembali merosot karena tarif impor baja dan aluminium yang diusulkan Trump.

Trump dalam cuitan di Twitter langsung menghebohkan. "Sahabat dan musuh kita telah memanfaatkan Amerika selama bertahun-tahun. Maaf, ini saatnya berubah. Make America Great Again," kata Trump.

Langkah itu, bagian dari gerakan proteksionis Trump "America First," menuai kemarahan di seluruh dunia dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat mulai dari China hingga Belgia. [hid]

Komentar

 
x