Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:11 WIB

Bamsoet Miris Jumlah Wirausaha RI Hanya 3 Persen

Oleh : - | Rabu, 7 Maret 2018 | 19:08 WIB
Bamsoet Miris Jumlah Wirausaha RI Hanya 3 Persen
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Tangerang - Ketua DPR Bambang Soesatyo prihatin dengan minimnya jumlah wirausaha di tanah air. Hal ini menjadi tantangan bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mewadahi lahirnya pengusaha.

Dia bilang, Hipmi memiliki SDM kreatif, inovatif, berintelektualitas tinggi serta berjiwa enterpreneur. Yang dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat dan kemampuan wirausaha dari kalangan masyarakat.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menekankan, Hipmi harus menjadi organisasi yang mampu menciptakan pengusaha-pengusaha muda tangguh yang dapat mensejahterakan rakyat. "Kelak dengan adanya Undang-Undang tentang Kewirausahaan Nasional, diharapkan pertumbuhan dan perkembagan wirausaha akan semakin cepat dan mampu menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi," jelas Bamsoet saat pembukaan Rakernas HIPMI di Tangerang, Banten, Rabu (7/2/2018).

Saat ini, kata Bamsoet, pertumbuhan wirausaha di Indonesia sangatlah kecil, hanya 3% dari total penduduk. Sangat jauh ketimbang negara jiran sesama anggota ASEAN. Sehingga perlu didorong lahirnya jutaan pengusaha baru di tanah air dari berbagai sektor. "Secara persentase, jumlah wirausaha di negara kita hanya sekitar 3 persen. Kalah dari negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah di atas 4 persen," ujar Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet menuturkan banyak persoalan yang menyebabkan rendahnya angka wirausaha. Beberapa faktor disebutkan Bamsoet adalah pola pikir masyarakat untuk lebih mencari pekerjaan, rendahnya kapasitas SDM pelaku wirausaha, regulasi yang belum mampu mengatasi persoalan sehingga menghambat perkembangan dunia wirausaha serta kendala dalam mengakses modal.

"Permasalahan ini merupakan PR kita besama. Pihak pemerintah dan masyarakat, terutama pengusaha perlu duduk bersama untuk mencari solusi bagi permasalahan yang ada," kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini mengungkapkan, lahirnya RUU Kewirausahaan Nasional yang sudah masuk Prolegnas DPR, merupakan kunci strategis dalam menurunkan angka kemiskinan. Beleid ini sekaligus menjawab tantangan perekonomian dunia yang didominasi sistem kapitalisme dan liberalisme.

"RUU Kewirausahaan Nasional akan menjadi penyeimbang antara kepentingan pasar yang berorientasi modal dengan kebutuhan sosial yang berspektif keadilan," ujar Bamsoet.

Selain dibuka Presiden Joko Widodo, Rakernas HIPMI kali ini dihadii Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua DPD Oesman Sapta, Kemendikbud Hamid Muhammad serta Kapolri Tito Karnavian. [tar]

Komentar

x