Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:14 WIB
 

Petani Aktor Utama Ketahanan Pangan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 8 Maret 2018 | 12:10 WIB
Petani Aktor Utama Ketahanan Pangan
Petani Padi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Ketua UmumKamar Dagang dan Industri (Kadin)IndonesiRosan P. Roeslani menyatakan dukungannya terhadap peningkatan produktivitas sektor pangan dan mensejahterakan para petani. Sebab, petani merupakan aktor utama pencapaian ketahanan pangan nasional.

"(Dalam) Upaya Indonesia mencapai ketahanan pangan mesti disokong oleh kesejahteraan petani yang baik pula," kata Rosan di JHCC, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Rosan mengatakan, untuk membuat ketahanan pangan nasional, KADIN lewatBidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, serta Bidang Kelautan dan Perikanan meembuat acara Jakarta Food Security Summit ke 4 (JFSS 4) yang berlangsung pada8-9 Maret 2018di Jakarta Hal Convention Center (JCC).

Smentara itu, Wakil Ketua Umum KADIN bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan, fokus acara ini adalahakses terhadap lahan pertanian, dimana petani diharapkan memiliki akses yang legal terhadap lahan, sesuai dengan skala ekonomi mereka.

Kemudian, dukungan pendanaan yang berkesinambungan terhadap petani, peternak dan nelayan. Hal tersebut agar para petani mudah dalam mendapat modal. Upaya ini, kata dia,membutuhkan kehadiran lembaga yang mampu menjalankan peran selaku pendamping dalam pengelolaan produksi dan distribusi hasil pangan, berikut pelaksana penyaluran pembiayaan.

Selanjutnya, penerapan skema closed-loop atau rantai kemitraan terintegrasi yang menghubungkan petani, koperasi, perusahaan selaku pembeli yang menyerap komoditas pangan (offtaker) sekaligus penjamin pendanaan (avaiis) dan perbankan, dapat menjadi salah satu solusinya.

Skema ini sebelumnya banyak dipraktikkan pada sektor perkebunan sawit, dimana para pekebun menggarap lahan bersertifikat dan legal, yang memungkinkan mereka mengagunkannya untuk menjaring kredit dengan bunga terjangkau.

Dengan ketersediaan pendanaan, para pekebun mampu membeli dan menggunakan bibit unggul bersertifikat, sehingga produktivitas mereka turut naik, terlebih mereka juga mendapatkan pendampingan guna menjalankan praktik agribisnis terbaik. Koperasi akan berperan sentral selaku lembaga berbadan hukum yang mewadahi seluruh interaksi para pihak tadi.

"Sejumlah koperasi berhasil direvitalisasi peran dan akuntabilitasnya sehingga mampu menjalankan peran sebagai lembaga yang merekat petani, pemodal, pembeli dan juga pemerintah. Capaian ini kami coba perluas jangkauannya," tandas Franky.

Adapun dalam acara ini dihadiru oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo. [jin]

Komentar

 
x