Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:30 WIB

Kementerian ESDM Cermati Penurunan ICP Februari

Kamis, 8 Maret 2018 | 12:48 WIB
Kementerian ESDM Cermati Penurunan ICP Februari
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Februari 2018, bergerak turun dibandingkan Januari 2018.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/3/2018), rata-rata ICP turun US$3,98 per barel menjadi US$61,61 per barel, dari US$65,59 per barel pada Januari 2017.

Tim harga minyak Indonesia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, penurunan rata-rata harga minyak mentah Indonesia tersebut mengikuti perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Februari 2018 dibandingkan bulan Januari 2018 yang mengalami penurunan:

Dated Brent dari US$69,18 per barel menjadi US$65,19 barel (turun US$3,99 per barel). Brent (ICE) dari US$69,08 per barel menjadi US$65,73 per barel (turun US$3,35 per barel).

WTI (Nymex) dari US$63,67 per barel menjadi US$62,18 per barel (turun US$1,49 per barel). Basket OPEC dari US$66,88 per barel menjadi US$62,18 per barel (turun US$3,40 per barel).

Penurunan harga minyak dunia ini dipengaruhi antara lain oleh publikasi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang mengindikasikan meningkatnya pasokan minyak global sebesar 0,35 juta barrel per hari menjadi rata-rata 97,66 juta barrel per hari di Januari 2018.

International Energy Agency (IEA) dan Energy Information Administration (EIA) AS juga mencatat peningkatan rata-rata produksi minyak mentah tahunan di AS hingga Februari 2018, mencapai level tertinggi sejak 1970, yaitu sebesar 10,6 juta barel per hari.

Kondisi ini berpotensi mendekati produksi Rusia, serta diperkirakan akan melebihi produksi Arab Saudi pada akhir 2018.

Faktor lain penurunan ini dikarenakan penguatan nilai tukar mata uang dollar AS yang disebabkan ketidakstabilan pasar modal serta spekulasi bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan tingkat suku bunga akibat kenaikkan keuntungan obligasi.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan minyak mentah di Jepang dibandingkan dengan permintaan di periode yang sama pada tahun sebelumnya akibat penggunaan sumber energi alternatif untuk pembangkit listrik selama musim dingin. Peningkatan pengawasan pajak konsumsi terhadap kilang independen di China juga memaksa kilang-kilang menurunkan konsumsi minyak mentahnya.

Hingga saat ini, harga minyak mentah dunia untuk pengiriman April-Mei masih fluktuatif, di kisaran 60 dolar hingga 66 dolar per barel. Pada penutupan 6 Maret 2018 Brent (ICE) untuk pengiriman Mei menunjukkan angka US$65,79 per barel, sementara WTI (Nymex) untuk pengiriman April diperdagangkan pada US$62,32 per barel dan pengiriman April pada US$62,45 per barel. [tar]

Komentar

x