Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 00:38 WIB
 

Harga Acuan Batubara Naik di Maret 2018

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 8 Maret 2018 | 15:01 WIB
Harga Acuan Batubara Naik di Maret 2018
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Harga Batubara Acuan (HBA) dan mayoritas Harga Mineral Acuan (HMA) menunjukkan kenaikan pada bulan Maret 2018.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 1320 K/32/MEM/2018 yang ditetapkan awal Maret 2018 tentang Besaran HMA dan HBA mencatatkan tren positif pada batubara dan hampir semua mineral logam.

HBA Maret 2018 naik 1,16% menjadi USD 101,86 per ton dibanding HBA Februari yang mencapai USD 100,69 per ton. Kenaikan harga batubara salah satunya didorong peningkatan permintaan dari negara Asia.

"Permintaan China, India dan Vietnam terus meningkat. Itu jadi salah penyebabnya. Peningkatan aktivitas pembangkit listrik bertenaga batubara seperti di China menjadi salah satu penyebab meningkatnya konsumsi," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama ESDM, Agung Pribadi, Rabu (7/3/2018) seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Ia mengungkapkan, naiknya HBA juga karena faktor curah hujan yang masih tinggi. "Produksi (batubara) juga tidak maksimal akibat cuaca yang belum kondusif, curah hujan yang masih tinggi di berbagai wilayah. Sedikit gangguan saja akan mempengaruhi produksi," lanjut Agung.

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8% dan Ash 15%.

Sementara itu, HMA komoditas nikel untuk Maret 2018 ditetapkan senilai USD 13.444,52 per dry metric ton (dmt) atau naik 8,2% dari Februari 2018 (USD 12.425,75 per dmt). Harga kobalt ditetapkan senilai USD 80.797,62 per dmt atau naik 6,2% (USD 76.075 per dmt), sedangkan timbal mencatatkan kenaikan 2% dari USD 2.552,03 per dmt menjadi USD 2.602,88 per dmt.

Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditas seng, naik sebesar 4,3% dari USD 3.363,7 per dmt menjadi USD 3.524,83 per dmt dan mangan, kenaikannya sebesar 11, 3% dari USD 5,3 per dmt menjadi USD 5,9 per dmt. Meski hanya naik 0,2%, HMA aluminium naik dari USD 2.194,93 per dmt menjadi USD 2.199,57 per dmt.

Namun, komoditas tembaga mengalami penurunan dibanding bulan Februari, turun sebesar 1,3% dari USD 7.095,83 per dmt menjadi USD 7.004,4 per dmt.

Berikut harga acuan mineral komoditas lainnya pada bulan Maret 2018 dibandingkan dengan HMA bulan sebelumnya:

Emas sebagai mineral ikutan USD 1.309,96/ounce naik menjadi USD 1.337,54/ounce
Perak sebagai mineral ikutan USD 16,92/ounce, tetap dibanding bulan Februari
Ingot timah Pb 300 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Ingot timah Pb 200 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Ingot timah Pb 100 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Ingot timah Pb 050 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Ingot timah 4NINE sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Logam emas sesuai harga logam emas di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
Logam perak mengikuti harga logam perak di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
Bijih besi laterit/hematit/magnetit USD 0,93/dmt turun menjadi USD 0,92 per dmt
Bijih krom USD 3,46/dmt naik menjadi USD 4,14 per dmt
Konsentrat Ilmenit USD 3,82/dmt naik menjadi USD 3,96 per dmt
Konsentrat Titanium USD 10,59/dmt naik menjadi USD 10,81 per dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. HMA ini menjadi salah satu variabel untuk menentukan HPM. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Komentar

 
x