Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 10:12 WIB
 

Kaltim Miliki PLTU Tanjung Bara

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 8 Maret 2018 | 16:01 WIB
Kaltim Miliki PLTU Tanjung Bara
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengharapkan Keberadaan excess power PLTU Tanjung Bara (3 x 18) MW memberikan multiplayer effect terhadap masyarakat Kutai Timur.

Menteri ESDM meresmikan proyek Excess Power Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) "Tanjung Bara" (3 x 18) MW milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kamis (8/3/2018). Jonan juga meresmikan Pabrik Pakan Ternak PT Kaltim Prima Coal (KPC), seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Dengan adanya Excess Power PLTU Tanjung Bara merupakan upaya Pemerintah mendorong penyediaan tenaga listrik yang lebih merata. Dengan demikian masyarakat dapat menikmati pasokan listrik secara luas dengan harga yang terjangkau.

Fungsi excess power ini memberikan multiplayer effect terhadap masyarakat di area sekitar PLTU Tanjung Bara, salah satunya adalah mampu melistriki masyarakat Kota Sangata sebanyak 25.578 Kepala Keluarga.

Proyek dengan kapasitas 3x18 MW ini dibangun sejak Oktober 2011 dengan nilai investasi sebesar USUS150 juta. Kehadiran excess power ini melengkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelumnya 2X5 MW sehingga kapasitas PLTU Tanjung Bara menjadi 64 MW.

Dengan total kapasitas tersebut, 30 MW digunakan untuk kebutuhan listrik di lingkungan PT KPC (captive power) dan 34 MW sisanya merupakan excess power, yang 18 MW diantaranya telah berkontrak atau diperjualbelikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Namun untuk memproduksi excess power, pembangkit ini membutuhkan batubara sekitar 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4700 GAR (Gross Air Received).

PT KPC diharapkan dapat mengembangkan kapasitas pembangkitnya untuk menambah pasokan listrik Kutai Timur pada khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya yang sejalan dengan pengembangan jaringan distribusi interkoneksi kalimantan 150 KV yang dibangun oleh PLN.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengembangkan jaringan kabel distribusi listrik untuk menjangkau wilayah operasi remote yang masih menggunakan genset berbahan bakar solar di sekitar pertambangan batubara.

Komentar

 
x