Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 02:38 WIB

Wapres Kalla Minta Amran Perbaiki Produksi Pangan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 8 Maret 2018 | 16:27 WIB

Berita Terkait

Wapres Kalla Minta Amran Perbaiki Produksi Pangan
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang perlu diupayakan agar bisa terealisasi.

Untuk itu Kalla meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman lebih giat bekerja guna memenuhi tujuan tersebut. "Ada Menteri Pertanian di sini yang tidak pernah berkantor, tetapi selalu di lapangan. Untuk memastikan upaya peningkatkan (produksi), walaupun juga masih ada dilema-dilema dalam memenuhi pangan," kata JK dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Ke-4 di Jakarta Convention Cemter (JCC), Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Kalla mengatakan, kebutuhan pangan setiap tahunnya, terus meningkat. Lantaran jumlah penduduk yang terus bertambah. Pada 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 350 juta jiwa. "Artinya (jumlah) kebutuhan pangan dibutuhkan terus menerus kira-kira tiga persen per tahun. Indonesia harus siap meningkatkan tiga persen setiap tahun dengan perhitungan produksinya," ujar Kalla.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Golka ini sempat menyampaikan bahwa masalah pangan sudah menjadi masalah dunia. Di mana, pesatnya pertumbuhan penduduk menjadi alasan utama bagi terwujudnya ketahanan pangan. Hanya saja, merealisasikan ketahanan pangan, bukanlah sesuatu yang mudah. Lantaran, areal pertanian susut signifikan akibat urbanisasi.

Ribuan bahkan jutaan hektar lahan pertanian di dunia, sudah berubah fungsi menjadi properti atau industri. Masalah lainnya adalah ketersediaan air serta perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian.

Hajatan JFSS yang diselenggarakan Kadin Indonesia ini, dihadiri sejumlah pejabat negara. Selain Wapres JK, hadir pula Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo. [ipe]

Komentar

x