Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 September 2018 | 07:01 WIB

BC, BNN, Polri & TNI Ungkap Enam Kasus Narkotika

Kamis, 8 Maret 2018 | 21:36 WIB

Berita Terkait

BC, BNN, Polri & TNI Ungkap Enam Kasus Narkotika
(Foto: BeaCukai)

INILAHCOM, Jakarta - Sinergi lintas instansi kembali berhasil mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika dengan mengamankan 53,9 kilogram sabu dan 70 ribu butir ekstasi.

Sinergi yang terdiri dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BC), Badan Narkotika Nasional, Polri, TNI dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia (JSJN-PDRM) berhasil membongkar jaringan narkoba dengan berbaga modus penyelundupan.

Pada kasus pertama, sebanyak 15.053,4 gram sabu dan 70.905 butir ekstasi berhasil disita dari jaringan sindikat narkotika Malaysia-Aceh-Medan berlokasi di Medan, Sumatera Utara pada Minggu (25/2/2018). Berawal dari informasi JSJN-PDRM bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dan ekstasi pada Kamis (15/2/2018) dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Menanggapi informasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan empat orang tersangka, masing-masing berinisial AMD, AMZ, ZF, DS alias MR. Salah satu tersangka, AMZ terpaksa dilumpuhkan hingga akhirnya tewas karena melakukan perlawanan.

"Pada kasus kedua, tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 20.000 gram sabu yang dikemas di dalam 20 bungkus kemasan teh cina. Diketahui sabu tersebut masuk ke Indonesia dari Penang, Malaysia melalui jalur laut. Dari pengungkapan kasus kedua, berhasil diamankan seorang pria berinisial ED di Kawasan Dusun Elee Uteun, Kecamatan Lapang, Aceh Utara pada Sabtu (10/02)," jelas Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Bahaduri Widjayanta, kemarin.

Kasus ketiga yang berhasil diungkap adalah penyelundupan 1.028 gram sabu yang dilakukan oleh dua orang pria berinisial MK dan MI di Bandara Soekarno Hatta sesaat setelah mendarat dari Medan menuju Jakarta. Sabu yang dikemas di dalam beberapa bungkus plastik bening tersebut disembunyikan dalam sepatu, pakaian dalam dan tas kedua tersangka. Dengan melakukan control delivery, tim berhasil mengamankan tersangka lainnya berinisial FE di Jl. Merdeka Raya, Tangerang.

Kerja sama pada kasus keempat, tim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.500 gram sabu dari Banda Aceh. Berawal dari kecurigaan petugas terhadap tiga orang tersangka yang terbang menuju Jakarta dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (25/2/2018). Ketiganya adalah MU, RA, dan MUR. Setelah dilakukan control delivery, petugas berhasil mengamankan seorang kurir penerima sabu berinisial AH di JL. Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur.

Modus yang digunakan serupa dengan kasus sebelumnya, 1.500 gram sabu dikemas dan disembunyikan di dalam sepatu dan barang bawaan tersangka. Pengembangan kasus dilakukan, hingga berhasil diamankan seorang pria berinisial DR di Cibinong, Bogor.

Berikutnya adalah penyelundupan 8.362,4 gram sabu yang dilakukan dua orang pria asal Aceh berinisial ZUL dan ZOE. Keduanya diamankan saat berada di kamar kos yang terletak di Kawasan Pesangahan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/02/2018). Kepada petugas kedua tersangka mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial IS (DPO). Pengembangan dilakukan, kepada petugas kedua tersangka mengaku telah memberikan2 kilogram sabu kepada seorang pria bernama BR alias A hingga akhirnya diamankan di Jl. Bojong Menteng, Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap adalah diamankannya 5.146,71 gram sabu di Jl. Lintas Timur Sumatera, Lampung Selatan (17/2/2018). Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan dua orang berinisial HS dan MY. Dari pengembangan kasus, tersebut petugas berhasil mengamankan AT di Bandara Internasional Juanda, Surabaya saat hendak bertolak ke Jakarta.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 132 (1), Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati dan pidana penjara seumur hidup. [*]

Komentar

Embed Widget
x