Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:24 WIB

Harga Batu Bara Hanya untuk Listrik Nasional

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 9 Maret 2018 | 14:31 WIB

Berita Terkait

Harga Batu Bara Hanya untuk Listrik Nasional
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga batu bara khusus untuk keliatrikan hanya untuk PT PLN persero dan produsen listrik swasta yang menjual hasil listriknya ke PLN.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan harga batu bara bagi PLN sebesar US$70 per ton. Sementara harga batu bara untuk keperluan industri mengikuti harga pasar.

"Penetapan harga tersebut hanya berlaku untuk penjualan kelistrikan nasional. Sedangkan, penetapan harga di luar kepentingan tersebut tetap mengacu pada HBA," kata Agung di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Adapun keptusuan menteri ESDM itu nomor 1395K/30/MEM/2018, Tentang Harga Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Keputusan Menteri ESDM tersebut merupakan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Kelima PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.

"Sudah dibuatkan Kepmennya, pokoknya HBA nasional," kata Agung.

Dalam payung hukum tersebut, pemerintah menetapkan harga jual batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dalam negeri sebesar US$ 70 per ton untuk nilai kalori 6.322 GAR,atau menggunakan Harga Batubara Acuan (HBA) apabila HBA berada di bawah US$70 per ton.

"Untuk harga batubara dengan nilai kalori lainnya, dikonversi terhadap harga batubara pada nilai kalori 6.322 GAR tersebut berdasarkan perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku," lanjut Agung.

Penetapan harga khusus tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga Desember 2019. Artinya, kontrak-kontrak penjualan yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2018 akan disesuaikan. [hid]

Komentar

x