Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 14:42 WIB
 

Bea Cukai

Peminat AEO Meningkat, 2018 Target 110 Perusahaan

Oleh : - | Jumat, 9 Maret 2018 | 18:26 WIB
Peminat AEO Meningkat, 2018 Target 110 Perusahaan
(Foto: beacukai)

INILAHCOM, Jakarta - Hingga saat ini, tercatat 75 perusahaan ikut anggota Authorized Economic Operator (AEO) yang diprogramkan Direktorat Bea Cukai. Target tahun ini menambah anggota AEO Indonesia menjadi 110 perusahaan.

Program Authorized Economic Operator (AEO) sebagai fasilitas untuk mempercepat pergerakan pertumbuhan ekonomi nasional dan ikut berperan aktif menjaga stabilitas perdagangan internasional dengan standardisasi yang tinggi dan diakui dunia. Perusahaan yang sudah bergabung sebagai anggota AEO saat ini terdiri dari eksportir, importir, pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), hingga pengusaha tempat penimbunan sementara (TPS).

Dalam tiga tahun setelah inisiasi program AEO, peminat program ini semakin meningkat. Hal ini seiring juga dengan meningkatnya manfaat program ini yang dirasakan para pelaku usaha. "Peminat program AEO sangat tinggi dan beragam dari jenis operatornya. Target tahun ini menambah anggota AEO Indonesia menjadi 110 perusahaan," jelas Direktur Teknis Kepabeanan Bea Cukai, Fadjar Donny Tjahjadi, Jumat (9/3/2018).

Target penambahan jumlah anggota AEO yang signifikan, merupakan strategi menjawab tuntutan global untuk dilakukannya Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan 64 negara lain yang telah menerapkan AEO. Untuk itu, Bea Cukai saat ini memberi prioritas kepada eksportir Indonesia agar dapat bersaing di kancah perdagangan internasional.

Menurut Fadjar Donny, AEO merupakan program yang diakui secara internasional karena merupakan inisiatif dari World Customs Organizations (WCO) yang dituangkan dalam bentuk sebuah standar yang disebut WCO SAFE FoS (Framework of Standard) pada 2005. Untuk memperoleh pengakuan sebagai AEO, sebuah perusahaan harus dapat memenuhi 13 persyaratan yang berhubungan dengan kepatuhan kepabeanan dan security supply chain.

"AEO merupakan jaminan yang diberikan pemerintah Indonesia melalui Bea Cukai dan diakui oleh dunia, sehingga tidak perlu lagi dipertanyakan benefit apa yang muncul ketika mendapatkan sertifikat AEO, karena untuk mendapatkan jaminan itu sendiri adalah hal yang sangat luar biasa; benefit adalah efek samping. Perlu dipahami juga, bahwa AEO adalah bukan sebuah fasilitas, melainkan sebuah brand image bagi pemiliknya, sehingga secara totalitas mendapatkan kepercayaan secara nasional maupun internasional."

Diharapkan, program ini akan bisa menjadi salah satu solusi dalam masalah dwelling time yang melibatkan banyak Kementrian dan Lembaga. Berdasarkan data pada Desember 2017, dihitung rata-rata/bulan, perusahaan-perusahaan MITA Kepabeanan dan AEO waktu dwelling time-nya lebih cepat 1,45 hari dibandingkan jalur hijau, lebih cepat 7,56 hari dibandingkan jalur kuning, bahkan lebih cepat 11,93 hari dibandingkan dengan jalur merah.

"Kajian demi kajian terus dilakukan demi terwujudnya speed dan security dalam rantai pasok barang, juga bagaimana kontribusi ke penerimaan, kontribusi devisa, kontribusi solusi untuk dwelling time juga penurunan logistic cost. Kedepannya, AEO akan menjadi program sekelas Peraturan Pemerintah dan dapat diadopsi oleh seluruh kementrian lembaga yang berhubungan dengan rantai pasok barang," pungkas Fadjar Donny. [*]

Tags

Komentar

 
x