Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 18:24 WIB

Pasokan Pupuk untuk Jatim Dijamin Aman 6 Minggu

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 10 Maret 2018 | 05:29 WIB

Berita Terkait

Pasokan Pupuk untuk Jatim Dijamin Aman 6 Minggu
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Tossin Sutawikara menjamin, pasokan pupuk di Provinsi Jawa Timur, saat ini, bisa mencukupi kebutuhan hingga enam minggu ke depan.

Adapun stok pupuk di gudang kabupaten dan kota seluruh Jawa Timur, saat ini, mencapai 347.456 ton. Atau 3 kali lipat dari ketentuan minimum 109.252 ton. "Untuk wilayah Jawa Timur, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk tiga kali lipat melebihi alokasi yang ditentukan pemerintah. Stok pupuk ini dapat memenuhi kebutuhan petani untuk musim tanam, hingga 8 Maret 2018. Stok di Jawa Timur untuk pupuk urea di gudang," kata Tossin.

"Saat ini mencapai 161.003 ton, NPK 95.967 ton, SP-36 18.869 ton, ZA 36.210 ton dan Organik 35.406 ton. Keseluruhannya siap disalurkan untuk 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur," lanjut Tossin dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Tosin bilang, dapat dikatakan bahwa persediaan urea mencukupi permintaan petani sepanjang masa tanam 2018. Sedangkan pasokan dijamin lancar.
"Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)," ujar Tossin.

Kata Tossin, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017, untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani agar tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK.

"Pupuk bersubdisi itu untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani dan kami distribusikan sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan," katanya.

Tossin menambahkan, terkait keluhan petani yang tidak kebagian jatah pupuk subsidi, karena ada sebagian petani yang belum menyusun RDKK. Sehingga mereka tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, termasuk juga sejumlah petani LMDH.

Untuk menanggulangi hal ini PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerbitkan Surat Edaran yang mewajibkan Anggota Holding Pupuk untuk menyediakan pupuk non subsidi di kios resmi, termasuk mensosialisasikannya kepada masyarakat. Bahwa, seandainya belum menyusun RDKK sehingga tidak termasuk dalam Kelompok Tani, petani bisa membeli pupuk dengan harga komersial. [ipe]

Komentar

x