Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:16 WIB
 

Komisi VII Dukung Harga Baru Batu Bara

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 11 Maret 2018 | 19:05 WIB
Komisi VII Dukung Harga Baru Batu Bara
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan harga batubara dalam negeri untuk keperluan listrik nasional sebesar US$70 per ton.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih mengatakan, bila keputusan pemerintah sudah tepat. Menurut dia, harga tersebut sudah mengakomodir semua pihak.

"Itu sangat bagus dan bijaksana sekali, karena menurut saya ini menunjukkan keadilan bagi semua pihak, PLN, di Pengusaha dan di Masyarkat sendiri," kata Eni pada INILAHCOM, Minggu (11/3/2018).

Menurut dia, dengan hara ini PT Perusahaan Listri Negara (PLN) tidak terbebani harga produksi, dan perusahaan masih mendapatakan untuk. Dan tentunya harga listrik tidak naik.

"Karena tidak mungkin kalau belu 100 US$ PLN tarifnya engga naik. Jadi dalam hal ini menurut saya pengusaha dengan US$ 70 per ton juga, pengusaha sudah cukup gitu. Karena batu bara untuk hajat hidup orang banyak, pengusaha sebagai kontraktor aja, tapi batu bara kan milik negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk hajat hidup orang banyak," ujar Politikus Partai Partai Golkar ini menekankan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Jumat menandatangani Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Sesuai beleid baru tersebut, pemerintah menetapkan harga jual batubara untuk PLTU di dalam negeri sebesar US$70 per ton.

Harga batubara US$70 per ton tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019. Pemerintah menetapkan volume maksimal batubara dengan harga jual US$70 per ton, sebesar 100 juta ton per tahun.

Keputusan pemerintah itu diambil agar tarif listrik tidak mengalami kenaikan sehingga menjaga daya beli masyarakat dan industri. [hid]

Komentar

 
x