Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 03:26 WIB

Sertifikasi Tanah di Jabar, Ini Janji Sang Menteri

Senin, 12 Maret 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Sertifikasi Tanah di Jabar, Ini Janji Sang Menteri
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil menjanjikan sertifikasi tanah di Jawa Barat (Jabar) rampung 2023.

"Bapak-bapak yang tanahnya belum bersertifikat, akan dibagikan tahun ini, tahun depan, sampai 2023. Mudah mudahan nanti semua tanah sudah bersertifikat," kata Sofyan Djalil saat penyerahan 3.000 sertifikat tanah untuk warga lima kabupaten/kota di Gedung Pertemuan Radian Kabupaten Cirebon, Jabar, Minggu (11/3/2018).

Ia menyebutkan, di Jabar terdapat 1.680.000 bidang tanah yang harus diterbitkan sertifikatnya. Diharapkan, BPN setempat bisa menyelesaikan pada 2023.

Sementara mengenai penyerahan 3.000 sertifikat pada Minggu ini ia menjelaskan penerima berasal dari lima kabupaten/kota di Jabar yaitu Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu.

Ia menyebutkan 3.000 sertifikat itu merupakan bagian dari 9.810 sertifikat yang akan diserahkan saat ini dan dalam waktu dekat. "Sisanya akan didistribusikan BPN di masing masing kabupaten/kota," jelasnya.

Penyerahan 3.000 sertifikat itu dilakukan secara simbolis oleh Presiden Jokowi kepada perwakilan penerima.

Ketika menyerahkan sertifikat itu, Presiden Jokowi memberi kesempatan kepada tiga penerima untuk maju ke depan menjawab pertanyaan atau melaksanakan permintaan Kepala Negara.

Tiga orang berhasil menjawab pertanyaan dan masing masing mendapat hadiah sepeda dari Presiden. Mereka berhasil membaca Pancasila dengan benar, menyebutkan nama ikan dan memperagakan pencak silat.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan mengatakab program sertifikasi tanah berdampak positif kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Program ini memiliki tujuan baik, dengan sertifikat yang dimiliki masyarakat memiliki akses mendapatkan bantuan pembiayaan dari lembaga keuangan," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan.

Aher menyebutkan, pemberian pinjaman modal usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu. Di mana, persentase kemiskinan di lima kabupaten/kota di daerah itu juga masih tinggi sehingga program itu diharapkan juga dapat mengurangi persentase kemiskinan di lima daerah itu. [tar]

Komentar

x