Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:29 WIB

Disambangi AIIB Jokowi Sumringah, Bahas Utang?

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 12 Maret 2018 | 10:53 WIB

Berita Terkait

Disambangi AIIB Jokowi Sumringah, Bahas Utang?
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Presiden Joko Widodo menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima delegasi AIIB di ruang Garuda Istana Bogor pukul 09.00 WIB.

Para delegasi AIIB yang diterima Presiden diantaranya Alternate Director (Kazakhtan) Nurym Ayazbayev, Director (Turki) Mehmet Alper Batur, Alternate Director (Prancis) Phileppe Baudry, Alternate Director (Italia) Alberto Cogliate, Alternate Director (Bangladesh) Zahidul Haque, Director (India) MM Kutty, Director (Australia) Christopher Legg, Director (United Kingdom) Emil Levendoglu, Alternate Director (Laos) Angkhansada Mouangkham, Alternate Director (Israel) Ofer Peleg, Alternate Director (Polandia) Radek Pyffel, Director (Indonesia) Rionald Silaban.

Jokowi mengaku bahagia dengan kedatangan delegasi AIIB yang berencana meninjau sejumlah proyek. Yakni proyek MRT serta proyek lain di Solo, Jawa Tengah.

Indonesia telah menjadi anggota dalam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sejak 2016, dii mana bank tersebut telah mendanai sebanyak 12 proyek infrastruktur besar untuk negara-negara anggotanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dari 12 proyek tersebut, tiga diantaranya merupakan proyek infrastruktur di Indonesia, yakni untuk sektor urban dan multi sektor.

Di sektor urban terdiri dari dua proyek, yakni Peningkatan Permukiman Kumuh Nasional di Indonesia dengan dana pinjaman dari AIIB sebesar US$216,5 juta atau setara Rp2,8 triliun. Sedangkan dari Bank Dunia sebesar US$216,5 juta.

Sedangkan multi sektor meliputi Proyek Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Proyek Perbaikan dan Keselamatan Operasional Damage Tahap II. [tar]

Komentar

x