Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 09:48 WIB
 

Perang Dagang Trump, Airlangga Anggap Biasa Saja

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 12 Maret 2018 | 17:01 WIB
Perang Dagang Trump, Airlangga Anggap Biasa Saja
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom/M. Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menanggapi biasa-biasa saja genderang perang dagang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menaikkan tarif impor produk baja dan alumunium kenegaranya.

Ketika ditanya terkait hal ini dan dampaknya bagi industri dalam negeri, Airlangga senyum-senyum saja dan terlihat santai. "Dagangkan perang terus, jadi biasa-biasa saja," kata Airlangga saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Namun ketika nanti dampak kebijakan Trump ini memberikan masalah bagi industri dalam negeri, Airlangga baru akan memberikan perlindungan bagi industri. "Yah tentunya kalau ada yang menimbulkan injury yah kita kasih safe guard saja," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sudah menilai akan ada dampak bagi aktivitas perdagangan global, jika Presiden Trump benar-benar menaikkan tarif bea masuk impor produk baja dan alumunium ke negaranya.

"Sejarah dunia sudah menunjukkan kalau terjadi perang dagang maka dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia, itu sudah beberapa kali terjadi," kata Sri Mulyani.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution pun cukup ketar-ketir atas kebijakan ini, dirinya bilang jika AS menerapkan bea masuk baja yang mahal akan berdampak pada 'banjirnya' produk baja asal China kesejumlah negara lain, termasuk Indonesia, karena China akan mencari pasar ekspor yang lain selain ke AS.

"Kita belum tahu, tetapi memang kalau itu berjalan, mau tidak mau bajanya China akan kemana-mana, termasuk ke Indonesia," kata Darmin.

Darmin bilang sebagai produsen baja terbesar dunia China tentunya sudah bertahun-tahun mengekspor produk bajanya ke negeri Paman Sam, apalagi ekspor baja China ke AS merupakan yang paling besar, sehingga saat ini perang dingin perdagangan antara China dan AS kembali memanaskan perdagangan global.

"Ya ini kan masih berjalan nih ya kan, tarik menariknya ya kan jadi China kemudian apalagi Jerman sedang tarik menarik dengan AS," ujar Darmin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (8/3/2018), atau Jumat (9/3/2018) WIB menandatangani peraturan pengenaan bea impor sebesar 25% untuk baja dan 10% untuk aluminium. Bea impor itu akan mulai berlaku dalam 15 hari.

Di tengah kekhawatiran langkah itu akan memicu perang dagang, Trump menyatakan dumping baja dan aluminium di AS sebagai "serangan terhadap negara kita," dan mengisyaratkan agar produsen asing memindah fasilitas mereka ke AS.

"Jika Anda tidak ingin membayar pajak, bangun pabrik Anda di Amerika," kata Trump. [hid]

Komentar

 
x