Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 12:30 WIB

Kelangkaan BBM di Riau Jadi Politis

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 12 Maret 2018 | 17:44 WIB

Berita Terkait

Kelangkaan BBM di Riau Jadi Politis
(Foto: inilahcom/Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kelangkaan bahan bakar minya (BBM) terjadi di sejumlah Kabupaten, Provinsi Riau. Bahkan, harganya bisa mencapai Rp20.000 per liter.

Kelangkaan BBM itu bukan hanya di Riau, melainkan sejumlah daerah seperti, Pulau Madura, Jawa Timur, dan Bandar Lampung.

Direktur Pemasaran Korporate dan Ritel PT Pertamina Persero, M Iskandar, membantah telah terjadi kelangkaan BBM. Menurut dia, isi itu sengaja dihembuskan lantaran kouta BBM penugasan jenis premium yang dikurangi dari 12,5 juta kilo liter di tahun 2017 menjadi hanya 7 juta kilo liter.

Iskandar pun membantah bahwa dengan kuota yang dikurangi itu, Pertamina mengirit penyaluran BBM penugasan. "Tidak ada (itu) kelangkaan (BBM)," kata Iskandar di Gedung Pertamina Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurut Iskandar, kelangkaan BBM di Riau itu berkaitan dengan politik jelang pilkada. Dimana para calon menggunakan isu itu. "Oh Riau kan politik, Kan mau Pilkada," ujar dia.

Dalam kesempatan ini ia menyebut, untuk pulau Jawa, Madura dan Bali tidak ada perioritas penjualan BBM subsidi oleh Pertamina. Menurut dia, penjualan BBM penugasan atau subsidi lebih diperioritaskan di luar pulau Jawa. "Memang di Jawa kan tidak ada kewajiban Pertamina jual premium," tambah dia.

Hal sedana juga disampaikan oleh Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Jumali. Dia mengatakan bahwa isu kelangkaan BBM di Riau bermuatan politis. "Itu kan mau ada Pilkada sehingga kebetulan salah satu calonnya itu memang punya SPBU, saya tidak tahu apakah dihubungkan itu atau nggak," ujar dia. [hid]

Komentar

x