Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:22 WIB

Menteri Ekonomi Revisi Pemberian Insentif Pajak

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 12 Maret 2018 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Menteri Ekonomi Revisi Pemberian Insentif Pajak

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian, Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi terkait pemberian insentif investasi bagi para pengusaha, terutama soal pemberian insentif pajak baik tax holiday maupun tax allowance.

Usai rapat Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah akan merevisi beberapa aturan atau persyaratan yang selama ini dianggap memberatkan pengusaha dalam mendapatkan tax holiday dan tax allowance selama ini.

"Sampai akhir Maret ini akan kita selesaikan, kita akan merevisi beberapa aturan," kata Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Senin (12/3/2018).

Hadir dalam rapat tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan juga para pejabat setingkat eselon I Kementerian dan Lembaga.

Ani sapaan akrabnya bilang sedikitnya ada empat hal yang bakal direvisi oleh pemerintah terkait hal ini. Pertama, tax holiday dengan prosedur sangat sederhana dan skema lebih pasti, baik dari sisi jumlah holiday yang pelaku usaha dapat, 100% tanpa ada jangka waktu lagi.

Kedua, tax allowance juga akan disederhanakan. Hanya saja, cakupan bidang usaha yang bisa mendapatkan ini masih perlu satu kali rapat lagi. Tax allowance ini akan dalam bentuk PP sehingga lebih butuh waktu agak lebih panjang.

Ketiga, PP penurunan tarif PPH UKM dari 1% menjadi 0,5% juga akan diselesaikan dalam satu pekan kedepan. Untuk ini drafnya sedang disiapkan Kemenkeu. Butuh panitia antar kementerian untuk menggelar satu atau dua kali rapat lagi.

Keempat, PP pengurangan pajak atas pengeluaran perusahaan melakukan riset dan pengembangan dan pelatihan vokasi. Regulasinya dalam balam bentuk PP yang sedang dibuat drafnya.

Tak hanya itu mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga bakal merevisi batas investasi yang bisa mendapat tax holiday dari awalnya Rp1 triliun menjadi Rp500 miliar.

Semua relaksasi ini bertujuan menstimulasi investasi di Indonesia. Selama ini, minat investasi banyak kendala. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kata Sri Mulyani, ingin investasi tumbuh cukup signifikan di Indonesia.

"Kerena itu kita juga perlu menarik investasi beragam untuk usaha seperti padat karya, orientasi ekspor, UKM, maupun perusahaan yang melakukan pelatihan," kata wanita kelahiran Lampung ini. [hid]
v

Komentar

x