Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 10:02 WIB

Awal Tahun Bisnis Sawit Agak Seret, Selanjutnya...

Selasa, 13 Maret 2018 | 09:45 WIB

Berita Terkait

Awal Tahun Bisnis Sawit Agak Seret, Selanjutnya...
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Awal tahun ini, permintaan minyak sawit dunia mengalami penurunan. Lantaran melorotnya harga minyak sawit Global. Ke depan, potensi pasar masih akan menggiurkan lantaran ada tren kenaikan.

Rilis Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kepada media di Jakarta, Senin (12/3/2018), memaparkan pergerakan harga CPO dunia ke arah positif. Dalam dua pekan pertama di Januari 2018, harga minyak sawit bertengger di kisaran US$675-US$697,5 per metrik ton.

Pada pekan ketiga dan keempat, harga cenderung menurun hingga US$652.5 per metrik ton. Turunnya harga minyak sawit global dipicu lemahnya permintaan di pasar global, terutama dari China dan negara-negara Uni Eropa.

Sepanjang Januari, ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu membukukan kenaikan 4% dibandingkan Desember 2017, atau dari 2,63 juta ton naik menjadi 2,74 juta ton.

Negeri Tirai Bambu membukukan pelemahan permintaan yang cukup signifikan, yakni sebesar 15%. Atau turun dari 362,50 ribu ton (Desember 2017) menjadi 307,49 ribu ton (Januari 2018).

Turunnya permintaan minyak sawit oleh China, dipantik persediaan minyak kedelai berlimpah. Pembelian kedelai melimpah karena besarnya konsumsi soymeal untuk peternakan di China.

Penurunan permintaan minyak sawit Indonesia juga terjadi di Uni Eropa sebesar 8%, atau dari 437,94 ribu ton menjadi 404,22 ribu ton. Diikuti sejumlah negara Timur Tengah yang anjlok 31%, dan Afrika 10%.

Sementara permintaan dari India naik sangat tipis, yaitu hanya 1%. Atau dari 593,25 ribu ton menjadi 598,35 ribu ton. Kenaikan permintaan yang siginfikan dicatatkan oleh Amerika Serikat (AS) sebesar 68%, atau dari 115,29 ribu ton menjadi 193.47 ribu ton.

Tuduhan dumping biodiesel terhadap Indonesia sepertinya tidak mempengaruhi permintaan minyak sawit Negeri Paman Sam ini.
Kenaikan permintaan minyak sawit dari Indonesia juga dicatatkan Bangladesh sebesar 244% dan Pakistan sebesar 3%.

Di sektor biodiesel, serapan biodiesel di dalam negeri pada Januari ini mencatatkan kenaikan 14%, atau dari 191 ribu ton menjadi 218 ribu ton. Serapan biodiesel di dalam negeri masih konsisten tiap bulan, meskipun ada fluktuasi.

Dari sisi produksi, pada Januari 2018 produksi minyak sawit Indonesia turun 10% dari 3,8 juta ton menjadi 3,4 juta ton. Penurunan produksi ini merupakan kejadian biasa karena memang musim panen raya telah berakhir. [ipe]

Komentar

x