Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 14:44 WIB
 

Defisit Februari Terjaga, Sri Mulyani Ceria

Oleh : - | Selasa, 13 Maret 2018 | 10:40 WIB
Defisit Februari Terjaga, Sri Mulyani Ceria
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bilang, defisit anggaran Februari 2018 sebesar Rp48,9 triliun. Atau 0,33% dari PDB. Perempuan yang masuk kandidat cawapres Jokowi ini, makin percaya diri.

"Realisasi ini lebih baik dari periode sama pada 2017 sebesar Rp54,7 triliun atau 0,40 persen terhadap PDB," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers realiasi APBN 2018 di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, realisasi defisit anggaran tersebut berasal dari pendapatan negara sebesar Rp200,1 triliun. Ditambag belanja negara sebesar Rp249 triliun.

Sementara realisasi pendapatan negara, terdiri dari pajak sebesar Rp160,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp39,2 triliun. "Realisasi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak ini tercatat masing-masing tumbuh 13,6 persen dan 34 persen dibandingkan periode tahun lalu," ujar Sri Mulyani.

Untuk realisasi belanja negara, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp127,6 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp121,5 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, belanja pemerintah pusat tersebut terdiri atas belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp56,2 triliun, ditambah belanja non Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp72,4 triliun.

"Penyerapan belanja ini lebih cepat karena realisasi belanja Kementerian Lembaga dan non Kementerian Lembaga pada akhir Februari 2017 masing-masing tercatat Rp43,9 triliun dan Rp59 triliun," kata Sri Mulyani.

Untuk pembiayaan anggaran hingga akhir Februari 2018, pemerintah juga telah menyerap dana sebesar Rp57,2 triliun yang berasal dari pinjaman, utang, investasi maupun pembiayaan lainnya. "Neraca keseimbangan primer juga tercatat sebesar Rp14,5 triliun, lebih rendah dari pencapaian pada akhir Februari 2017 sebesar Rp22,4 triliun," kata Sri Mulyani.[tar]

Komentar

 
x