Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 04:19 WIB
 

Perhiasan Bali Diborong Konsumen Aussie dan AS

Oleh : - | Selasa, 13 Maret 2018 | 11:30 WIB
Perhiasan Bali Diborong Konsumen Aussie dan AS
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Denpasar - Pemprov Bali menghasilkan devisa US$7,37 juta dari ekspor aneka jenis perhiasan (permata) selama Januari 2018. Atau naik US$2,52 juta, setara 52,09% ketimbang Januari 2017 sebesar US$4,85 juta.

"Demikian pula dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga meningkat 2,07 juta dolar AS atau 39,19 persen, karena pengapalan aneka jenis perhiasan ke luar negeri pada bulan Desember 2017 menghasilkan 5,29 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (13/3/2018).

Ia mengatakan, aneka jenis perhiasan berbahan baku emas dan perak itu memberikan kontribusi sebesar 13,85% dari total nilai ekspor Bali sebesar US$53,24 juta, atau naik 12,76% dibanding Desember 2017 yang tercatat US$47,22 juta.

Namun total ekspor Bali tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat US$11,11 juta, atau US$36,08 juta. Karena pada Januari 2017 total ekspor Bali tercatat US$39,12 juta.

Adi Nugroho menjelaskan, pasaran Australia menyerap paling banyak aneka jenis perhiasan yang diekspor dari Bali tersebut yakni mencapai 26,16% dan menyusul Amerika Serikat 23,29%.

Sedangkan sisanya diserap pasaran Singapura 18,71%, Hong Kong 8,86%, Jerman 3,37%, China 1,97%, Jepang 0,55%, Perancis 1,42%, Spanyol 0,70% dan sisanya 14,95% ke berbagai negara lainnya di belahan dunia.

Adi Nugroho menambahkan, Bali mengekspor aneka jenis perhiasan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin yang umumnya berasal dari Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, antara lain berupa cincin, kalung, aneka jenis cendera mata menyerupai bunga-bungaan dari bahan baku emas untuk perhiasan kepala bagi wanita serta sumpel perhiasan telinga untuk wanita.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Bagiwinata menambahkan, Bali selama 2017 menghasilkan devisa sebesar US$32,145 juta dari ekspor kerajinan perak, meningkat US$4,662 juta, atau 16,97% dari 2016 tercatat US$27,48 juta.

Dari segi volume pengapalan matadagangan itu meningkat 19,35% dari 4,63 juta unit pada 2016 menjadi 5,53 juta unit pada 2017. Hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang sebagian besar digeluti perajin di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar itu memberikan kontribusi 4,73% dari total nilai ekspor Bali sebesar US$679,59 juta selama 2017.

Kerajinan perak merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan skala rumah tangga yang berhasil menembus pasaran luar negeri, disamping kerajinan keramik, kerang, kulit, lilin, rotan dan kerajinan tulang. [tar]

Komentar

 
x