Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 11:33 WIB

Tiga Fokus Tim Ekonomi Jokowi Kerek Ekonomi Tinggi

Oleh : M Fadil Djaelani | Selasa, 13 Maret 2018 | 13:45 WIB

Berita Terkait

Tiga Fokus Tim Ekonomi Jokowi Kerek Ekonomi Tinggi
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Yogyakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebut 3 (tiga) prioritas yang perlu diwujudkan demi menumbuhkan ekonomi tinggi. Apa saja yang dimaksud Menko Darmin.

"Ketiganya adalah investasi, ekspor dan vokasi. Kita akan fokus kepada tiga hal itu. Ada juga faktor pendukung investasi yaitu insentif perpajakan dan penyederhanaan perizinan," ujar Menko Darmin dalam acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) di Yogyakarta, Selasa (13/3/2018).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menerangkan bahwa salah satu tolak ukur dari daya saing suatu negara adalah ekspor. Untuk menggenjot ekspor, berarti harus menggenjot investasi.

"Hulu dari ekspor adalah investasi. Kuncinya ada di tangan kita, para pejabat yang bertanggung jawab untuk membenahi iklim investasi," kata Tom Lembong.

Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan terobosan besar dalam hal penyederhanaan perizinan dengan mempercepat implementasi Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.

Perubahan paradigma birokrasi dari yang tadinya penguasa dan birokrat, menjadi pelayan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Poin pertama adalah pengawalan proses perizinan oleh Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Kedua, perizinan hanya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai front line. Ketiga, adanya standar perizinan. Keempat, pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik.

"Untuk membenahi iklim investasi, kita harus melayani investor dengan baik. Di era globalisasi dan teknologi seperti saat ini, kita yang harus proaktif mencari investor dan kita sederhanakan proses perizinannya," kata Kepala BKPM mengamini pernyataan Menko Perekonomian.

Adapun mengenai perkembangan pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha per 8 Maret 2018, tingkat provinsi mencapai 88% (30 dari 34 provinsi); kabupaten/kota mencapai 43% (220 dari 514 kabupaten/kota); pemprov dan pemkab/pemkot yang telah lengkap membentuk Satgas, yaitu: DI Yogyakarta, Riau, Jambi, Babel, Bengkulu, Gorontalo, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Menko Darmin melanjutkan, sebetulnya perekonomian Indonesia masih tumbuh positif. Pada 2014-2016, di tengah perlambatan ekonomi global, pelemahan harga komoditas, dan kondisi geopolitik yang belum kondusif, ekonomi Indonesia mampu tumbuh rata-rata 5,0% per tahun. Berlanjut pada 2017 yang tumbuh 5,07%.

"Kualitas pertumbuhannya pun baik karena diiringi dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang turun, serta distribusi pendapatan yang naik. Itu adalah kombinasi yang sulit untuk diwujudkan," kata Darmin.

Sementara untuk 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesiaditargetkan sesuai APBN 2018 sebesar 5,4%. Mau tak mau, pertumbuhan investasi dan volume perdagangan global harus mengalami lompatan. [ipe]

Komentar

x