Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:43 WIB

Anugerah Sultan Tidore

Sri Mulyani Kini Bergelar Puteri Bangsawan Terbaik

Selasa, 13 Maret 2018 | 15:04 WIB

Berita Terkait

Sri Mulyani Kini Bergelar Puteri Bangsawan Terbaik
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ternate - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dianugerahkan gelar kehormatan oleh Sultan Tidore. Prosesi adat penganugerahan gelar kehormatan kepada Menkeu dipimpin langsung Sultan Tidore ke-37, Yang Mulia Haji Husain Sjah. Sri Mulyani dianugerahi gelar kehormatan "Ngofa Bangsa Maguraci", yang bermakna puteri bangsawan terbaik.

Sultan Tidore menyerahkan Surat Keputusan Penganugerahan Gelar Kehormatan kepada Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat mengunjungi Tidore, Kamis (8/3/2018). Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa Imam Masjid Kesultanan dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh seluruh hadirin.

Dalam sambutannya, Sultan Tidore Yang Mulia Haji Husain Sjah menerangkan sejarah panjang Kesultanan Tidore. Ia memaparkan, salah satu putra terbaik Tidore adalah Sultan Nuku yang memerintah selama 27 tahun, namun selama 25 tahun tidak pernah berada di dalam istana. Sultan Nuku hidup di atas lautan atau di hutan-hutan demi berjuang menegakkan kedaulatan dan mengusir penjajah dari nusantara.

Tidore juga mempunyai pahlawan bernama Tuan Guru Abdullah Qaadi Abdus Salam yang oleh penjajah dibuang ke Capetown, Afrika Selatan. Tuan Guru sangat menginspirasi rakyat Afrika Selatan meraih kemerdekaannya. Maka sekeluar Nelson Mandela dari penjara, ia memberikan gelar pahlawan kepada Tuan Guru. "Hari ini, Menteri Keuangan Afrika Selatan yang bernama Ebrahim Patel adalah cucu ke-6 Tuan Guru Abdullah Qaadi Abdus Salam, putra dari Tidore," jelasnya.

Tidore, Yang Mulia Haji Husain Sjah menambahkan, adalah kesultanan yang berkontribusi menyerahkan wilayah kekuasannya seluas sepertiga Indonesia untuk bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dua kali Presiden Soekarno datang ke Tidore dan menjanjikan akan memberikan keistimewaan kepada Kesultanan Tidore, tapi belum sempat keistimewaan itu diberikan, Presiden Soekarno telah wafat. "Gubernur pertama Papua adalah Sultan Tidore ke-35, Sultan Zainal Abidin Sjah. Waktu itu namanya Provinsi Irian Barat Perjuangan dengan ibukota berkedudukan di Soa Sio, Tidore."

Atas gelar kehormatan yang diterimanya, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang telah diberikan Kesultanan Tidore. Menkeu berpesan supaya anak cucu bangsa Indonesia tidak lupa akan sejarah. "Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Apa yang saya dengar sangat mengharukan. Pesan-pesan Sultan merupakan kewajiban dan tanggung jawab saya," tuturnya.

Menkeu melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Tidore. Seusai mengisi Kuliah Umum di hadapan ribuan civitas akademika Unkhair Ternate, ia berlayar di Selat Maitara dari Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate menuju Pelabuhan PLTU Tidore, dengan menumpang Kapal Patroli Bea Cukai, BC 30007, yang didatangkan dari Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Pantoloan.

Kedatangan Sri Mulyani disambut oleh ratusan orang anggota keluarga Kesultanan Tidore, Pemkot Tidore Kepulauan (Tikep), dan masyarakat Tidore. Dipandu petugas dari Kesultanan Tidore, Sri Mulyani menjalani prosesi adat Joko Hale, yaitu prosesi adat menginjak tanah. Maknanya adalah memperkenalkan tanah negara Tidore. Prosesi tersebut diperuntukkan bagi tamu-tamu negara. [*]

Komentar

x