Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:43 WIB
 

Jokowi Berburu Investasi ke Aussie & Selandia Baru

Oleh : - | Rabu, 14 Maret 2018 | 06:09 WIB
Jokowi Berburu Investasi ke Aussie & Selandia Baru
Presiden Jokowi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Apabila tak ada aral, Presiden Jokowi bakal terbang ke Australia dan Selandia Baru pada 15-18 Maret 2018. Kerja sama ekonomi menjadi agenda prioritas dalam kunjungan ini.

"Ada beberapa isu yang masih perlu diselesaikan, dan prioritasnya tentu kalau itu ada take and give dengan Australia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Ia mengemukakan, kerja sama ekonomi berupa Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) antara Indonesia dan Australia, punya nilai strategis.

Hubungan perdagangan dengan Australia, menurut dia, harus mendapat keseimbangan dengan memperbesar nilai ekspor Indonesia ke Aussie, sebutan untuk negeri Kangguru itu. Beberapa produk kebutuhan Australia, adalah daging, ternak, serta produk logam tembaga.

Presiden Jokowi dijadwalkan menggelar rapat tertutup guna membahas persiapan kunjungan resmi ke Australia dan Selandia Baru.

Sejumlah pejabat yang turut dalam rapat tertutup ini antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Presiden Jokowi direncanakan melakukan kunjungan resmi ke Australia pada 15-18 Maret 2018, sekaligus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)-Australia.

Jokowi juga akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru untuk membahas peningkatan hubungan bilateral yang sudah berlangsung 60 tahun. Dalam kunjungan ini, Jokowi membawa sejumlah pengusaha nasional yang akan melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha Selandia Baru. Tentu saja untuk membahas potensi perdagangan dan investasi. [tar]


Komentar

 
x